Karakteristik Unik Umat Muhammad dan Tersingkap Rahasia di Generasi Terakhir Melalui Al Mubasyirat

Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS

Mukadimah

Umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat terbaik (khaira ummah) yang memiliki ciri keistimewaan khusus dibandingkan umat terdahulu, di antaranya: menjadi umat pertama yang masuk surga, mendapatkan pelipatgandaan pahala meskipun umur relatif pendek, diampuni dosa dari bisikan hati selama belum dilakukan, serta syariat yang mudah dan bumi dijadikan tempat suci untuk beribadah.
Beberapa kemudahan amalan dan syarat ini adalah:

1. Umat Terbaik & Pertama di Surga dari umat-umat Nabi terdahulu.

Umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah ﷻ. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (QS. Ali Imran ayat 110)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Kita adalah yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di hari kiamat. Kitalah yang akan masuk surga lebih dahulu.” (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan yang besar dibandingkan umat-umat sebelumnya, meskipun datang di akhir zaman.

2. Pahala Berlipat Ganda

Salah satu bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepada hamba-Nya adalah dengan melipatgandakan pahala bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas. Konsep pahala berlipat ganda ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk senantiasa berbuat baik dan meningkatkan kualitas ibadah. Al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan kelipatan pahala. Dalam Surah Al-An’am ayat 160, Allah berfirman:

“Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya…” (QS. Al-An’am  ayat 160)

Ayat ini menunjukkan bahwa minimal pahala dari satu kebaikan adalah sepuluh kali lipat. Namun, dalam ayat lain Allah menjelaskan bahwa pahala tersebut bisa dilipatgandakan lebih dari itu.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 disebutkan:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…” (QS Al Baqoroh ayat 261)

Ini berarti satu amal bisa berkembang menjadi 700 kali lipat, bahkan lebih, sesuai kehendak Allah ﷻ.

3. Kemudahan dalam Syariat (Taisir)

Banyak ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa syariat Islam dibangun di atas kemudahan. Di antaranya firman Allah ﷻ:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu…” (QS. Al-Baqarah ayat 185)

Selain itu, dalam Surah Al-Hajj ayat 78:

“Dia tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama…” (QS. Al Hajj ayat 78)

Ayat-ayat ini menjadi landasan bahwa setiap hukum dalam Islam memiliki tujuan untuk memudahkan, bukan memberatkan.

4. Bekas Wudhu yang Bercahaya pada hari kiamat

Wudhu merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang menjadi syarat sah shalat. Namun, di balik fungsinya sebagai penyuci, wudhu juga memiliki keutamaan besar yang akan tampak pada hari kiamat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kakinya nampak bercahaya karena adanya bekas wudhu. Barangsiapa di antara kalian dapat memperpanjang cahaya tersebut, hendaklah ia melakukannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

5. Tidak Disiksa Secara Total di Dunia seperti umat Nabi sebelumnya

Berbeda dengan umat terdahulu, umat Nabi Muhammad ﷺ tidak akan mengalami azab pemusnahan total di dunia. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, ketika Allah ﷻ berfirman:

“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sementara engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka…” (QS. Al-Anfal ayat 33)

Ayat ini menunjukkan bahwa keberadaan Nabi Muhammad ﷺ menjadi sebab tertahannya azab besar dari umatnya.

Selain itu, dalam lanjutan ayat disebutkan:

“…dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal ayat 33)

Ini menunjukkan bahwa istighfar juga menjadi sebab dihindarkannya azab dari suatu kaum.

6. Terdapat Pembaharu (Mujaddid) setiap 100 tahun.

Salah satu keistimewaan umat Nabi Muhammad ﷺ adalah senantiasa adanya pembaharu agama (mujaddid) di setiap kurun waktu tertentu. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Allah ﷻ menjaga kemurnian ajaran Islam dari penyimpangan dan kelalaian manusia. Konsep mujaddid ini berasal dari sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya” (HR. Abu Daud)

Hadis ini menunjukkan bahwa di setiap abad akan muncul seorang atau sekelompok ulama yang berperan menghidupkan kembali ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Sikap Para Nabi terhadap Nabi Muhammad ﷺ

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa seluruh nabi telah mengambil perjanjian untuk beriman dan menolong Nabi Muhammad ﷺ apabila beliau diutus pada masa mereka:

“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Kalau begitu, bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (QS. Ali Imran ayat 81)

Ayat ini menunjukkan bahwa para nabi:

  1. Mengakui keutamaan Nabi Muhammad ﷺ
  2. Wajib beriman kepada beliau jika hidup sezaman

Islam Agama Terbesar di Akhir Zaman

Agama Islam menjadi agama tren dunia, manusia berbondong-bondong masuk Islam, perkembangan Islam sangat pesat. Eropa dan Amerika serta Rusia komunitas Islam bertambah kuat. Islam agama paripurna. “La ilaha illallah” kajian para cendekia di dunia Barat, mereka tertarik dan menerima dengan kesadaran tinggi tanpa paksaan.

Problem Sosial Umat Islam di Akhir Zaman

Kondisi umat Islam telah mengalami pasang surut kehidupan. Sabda Nabi ﷺ bahwa sebaik-baik waktu adalah zamanku, lalu zaman para sahabat Nabi, kemudian para pengikut sahabat [salaf], lalu zaman berikutnya sampai kurun akhir zaman. Masjid bertebaran dengan bangunan megah, pendidikan Islam banyak tumbuh universitas, para cendekia, ahli agama, ulama, para hafiz sebagai simbol kemajuan Islam. Namun kondisi ini tidak linier dengan sebagian besar kondisi umat Islam. Di negara-negara Islam sebagian besar masyarakat belum sejahtera, tingkat kemiskinan dan kebodohan menjadi masalah. Kondisi ini telah berlangsung berabad-abad sehingga menimbulkan problem kepercayaan umat kepada agamanya, krisis akidah yang parah, konflik sosial politik dan bahkan militer. Perbedaan pendapat dalam agama pun memicu perselisihan, umat terbelah sejak abad awal Islam, perdebatan sunni-syiah tidak pernah tuntas ditambah perbedaan mazhab menambah konflik pelik tanpa penyelesaian. Umat Islam tidak bersatu dan cenderung mengikuti cara beragama sendiri-sendiri. Sesuai dengan nubuwatnya bahwa kita akan menemui kurun seperti ini, fitnah di mana-mana, pertikaian, kejahatan dan pembunuhan hal yang biasa. Konflik sosial dan agama di negara Timur Tengah seolah tidak pernah selesai, Palestina, Suriah, Irak, Iran dan semua negara Islam baik di Afrika dan Asia yang notabene rakyatnya beragama Islam padahal Islam yang dahulu tumbuh dan berkembang dari sana. Seperti berbanding terbalik dengan Islam yang rahmatan lil alamin di akhir zaman.

Al Mubasyirat Menyingkap Rahasia-Rahasia Akhir Zaman

Dengan rahmat Allah ﷻ, dengan petunjuk melalui al mubasyirat. Beberapa rahasia terungkap dan telah disampaikan kepada kita, antara lain:

1. Pesan mimpi arus utama [mainstream] adalah menjauhi syirik dan bentuk-bentuknya
2. Allah membuka arti huruf Alif Lam Mim, ayat satu surat Al-Baqarah: Alif = Allah, Lam = La syarikallah, Mim = Muhammad
3. Rahasia jumlah sahabat Al-Kahfi ada 11 orang dan 1 ekor  anjing, mereka terdiri dari dua rombongan.
4. Menjelaskan agenda akhir zaman yang berurutan, dari penafsiran hadis yang berserakan: 1. Al Mahdi, 2. Dajjal, 3. Nabi Isa Alaihis Salam, 4. Ya’juj & Ma’juj
5. Penjelasan Ardu Mukodas [tanah suci] selain Ilia, Makkah dan Madinah, membedakan qibal kurosan vs kurosan.
6. Ghazwa el Hind, perang akhir zaman Pakistan vs India secara detail seperti Badar modern
7. Beberapa peristiwa kejadian di Palestina, Pakistan, Afganistan, Turki, Arab Saudi yang telah terjadi, termasuk covid-19 [virus ini sengaja dikeluarkan dari laboratorium]
8. Banyak lagi berita-berita yang beliau tidak atau belum disampaikan mengingat rahasia dalam mimpinya

Penutup

Al mubasyirat ini adalah peringatan dan berita gembira bagi manusia akhir zaman, berita gembira ini akan mengakhiri nestapa dan problem sosial politik dan militer yang dialami oleh umat Islam sesuai janji-Nya, Allah ﷻ akan mewariskan kembali bumi ini kepada manusia yang bertauhid. Dunia akan diliputi dengan keadilan dan kesejahteraan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *