Pidato Kedua Muhammad Qasim di Lahore, PakistanPidato Kedua Muhammad Qasim di Lahore, Pakistan

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah ﷻ, yang merupakan pemilik langit dan bumi. Pertama-tama, aku ingin menyatakan keyakinanku. Keyakinan aku adalah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah ﷻ dan Dia tidak memiliki sekutu dalam ketetapan-Nya. Penutup para nabi, Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allahﷻ yang paling dicintai dan terakhir, dan Allah ﷻ mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta serta menjadikannya pemimpin semua nabi. Setelah beliau, tidak akan ada nabi lagi, dan dengan Nabi Muhammad ﷺ rangkaian kenabian telah berakhir. Aku benar-benar yakin dan berkeyakinan penuh akan hal ini.

Sekarang, mimpi-mimpi ini sudah aku alami selama bertahun-tahun, dan aku tidak pernah menceritakan mimpi-mimpi ini kepada siapapun. Jika dihitung dari tiga belas tahun yang lalu, maka ketika pada tahun 2015 aku mulai membagikan mimpi-mimpi ini, saat itu usiaku sudah sekitar 38 (tiga puluh delapan) tahun.

Meskipun aku sudah lama mengalami mimpi-mimpi ini, aku tidak pernah membagikannya kepada siapapun, bahkan tidak pernah membiarkan siapapun menyadari bahwa aku mendapatkan mimpi-mimpi seperti ini. Sampai Allah ﷻ memerintahkan, aku pun tidak pernah membagikan mimpi-mimpi ini kepada siapapun. Jadi, ketika aku mulai membagikan mimpi-mimpi ini, aku sebenarnya tidak begitu tahu tentang hadis-hadis, terutama yang berkaitan dengan akhir zaman. Ketika aku mulai membagikan mimpi-mimpi ini, orang-orang yang tidak percaya pada mimpi mengatakan bahwa aku hanya mengarang mimpi-mimpi ini sendiri dan aku ingin menunjukkan seolah-olah aku adalah Imam Mahdi, tapi aku tidak mengakuinya secara langsung. Sedangkan orang-orang yang percaya pada mimpiku mengatakan bahwa ini adalah dari Allah ﷻ dan mungkin Allah ﷻ akan memberikan Anda kedudukan yang baik di masa depan. Lalu, semakin banyak orang yang mulai membicarakan hal ini, hingga pada tahun 2016 atau 2017, Allah ﷻ memerintahkanku untuk membuat sebuah video di mana aku dengan jelas menyatakan bahwa aku tidak mengklaim apa pun dan tidak akan pernah mengklaim apa pun. Kemudian aku pun membuat video itu, dan dalam video tersebut aku juga menyebutkan bahwa aku hanya membagikan mimpi-mimpi ini karena perintah Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ dan aku tidak mengklaim apa pun, dan aku tidak akan pernah mengklaim apa pun. Siapapun yang menyesatkan orang lain dengan mengatasnamakan Allah ﷻ dan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam maka mereka akan dibakar di neraka untuk selama-lamanya, dan laknat Allah ﷻ atas para pendusta.

Jadi, video itu aku buat pada waktu itu. Sebagaimana aku tidak pernah membagikan mimpi-mimpi itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah membangkang kepada Allah ﷻ artinya aku selalu patuh, maka begitu juga ketika Allah ﷻ memerintahkanku untuk tidak mengklaim apapun, insya Allah aku akan tetap patuh kepada Allah ﷻ dan tidak akan pernah membuat klaim apapun. Dan orang-orang yang percaya pada mimpi-mimpi itu, pada dasarnya mereka sendiri yang mengekspresikan hal tersebut, bukan karena aku pernah mengatakan hal seperti itu.

Baru-baru ini, seperti yang Anda lihat, orang-orang membuat video di YouTube, di media sosial, dan menyebarkan kebohongan tentangku, mengatakan bahwa aku, Qasim, telah membuat sebuah klaim. Jadi, jika memang aku pernah membuat klaim, silahkan sertakan buktinya. Pasti Anda punya klip atau rekaman audio, silahkan lampirkan bersama tuduhan Anda. Sudah delapan tahun aku membagikan mimpi-mimpi ini, dan semua orang yang membuat video-video itu kebanyakan menggunakan klip dari wawancaraku di saluran berita bersama Dr. Subayyal Ikram. Dalam wawancara itu, beliau bertanya kepadaku, ‘Di masa lalu, banyak orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Apakah Anda juga di masa depan akan membuat klaim seperti itu?’ Lalu aku menjawab, 8 tahun sudah aku membagikan mimpi-mimpi ini, silahkan tunjukkan satu klip, rekaman audio, atau percakapan chat di mana aku pernah mengatakan sesuatu yang besar sekali saja. Klaim saja sudah sangat jauh, tapi mereka malah dengan sengaja hanya menunjukkan klip itu dan menuduh secara dusta bahwa aku, Qasim, telah membuat klaim tersebut, padahal kenyataannya justru sebaliknya. 

Mereka pasti sudah menonton wawancaraku di Neo TV, lalu kenapa mereka tidak menyertakan klip itu juga? Masalah sebenarnya adalah, mereka yang menyebarkan kebohongan ini dan menuduhku telah membuat klaim, pada dasarnya di dalam hati mereka ada rasa dengki dan kebencian, juga kesombongan dan keangkuhan, itulah sebabnya mereka mengatakan hal-hal seperti itu tentang aku. Sekarang, ada seseorang, dia menyebutkan ada seorang YouTuber yang sangat mendukungnya, tapi dia tidak menyebutkan namanya. Jadi, seharusnya Anda berani menyebutkan namanya, yaitu Awais Nasir, yang pertama kali membicarakan hal ini di YouTube bahwa di masa depan, orang ini bisa jadi sosok tersebut. Tapi dia tidak menyebutkannya karena dia tahu orang-orang akan mencari nama Awais Nasir dan channel-nya, lalu ketika mereka menonton semua videonya, mereka akan tahu bahwa sebenarnya Qasim tidak pernah membuat klaim seperti itu, melainkan Awais Nasir lah yang mempromosikan hal ini. 

Dulu hanya Awais Nasir, tapi sekarang ada juga yang lain seperti Syed Irfan, Syed Wajahat Ali, Fahad, Saqib, dan masih banyak lagi, termasuk saudara Faisal. Sekarang mereka juga membicarakan hal ini tentang aku, padahal aku sendiri tidak pernah membuat klaim seperti itu sama sekali. Padahal sekarang aku sudah cukup akrab dengan orang-orang ini, dan biasanya kalau sudah akrab, seseorang kadang bisa saja bicara hal-hal besar. Tapi Anda bisa tanya langsung ke mereka, bahkan dalam suasana akrab pun, aku tidak pernah mengatakan hal-hal besar seperti itu, apalagi sampai membuat klaim—itu sudah sangat jauh. Dan orang-orang yang membuat video ini, yang mengatakan bahwa di masa depan aku akan membuat klaim seperti itu, keinginan mereka itu tidak akan pernah terwujud. Mereka tidak akan pernah mendengar klaim seperti itu keluar dari mulutku insya Allah. 

Nah, yang ingin aku sampaikan adalah, sekarang bahkan para ulama besar, tokoh-tokoh agama, tanpa melakukan penelitian, juga telah menuduhku berbohong dengan mengatakan bahwa aku telah membuat klaim tersebut. Padahal mereka sendiri punya sebuah cuitan yang mereka sematkan, isinya bahwa, setiap kali Anda menerima sebuah kabar, Anda harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Jangan sampai Anda, karena salah paham atau terburu-buru, mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti hati sesama Muslim. Jadi sekarang, mereka sendiri menulis cuitan untuk memberi tahu orang lain agar melakukan hal itu, tapi ketika mereka menerima sebuah kabar, mereka malah tanpa melakukan verifikasi menuduh sesama Muslim dengan kebohongan, mengatakan bahwa orang itu telah membuat klaim, bahkan menyebutnya ‘layak ditertawakan’, artinya mereka memperolok-oloknya, dan mengatakan bahwa orang ini sakit jiwa, dia punya gangguan mental. Bukan hanya aku, tapi juga orang-orang yang bersamaku, mereka juga dikatakan seperti itu. 

Jadi, bagaimana bisa seperti ini? Maksudnya, mereka adalah ulama, tokoh agama yang memimpin Islam, dan mereka menunjukkan bahwa mereka mengikuti sunnah khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ, serta memimpin dan mewakili Islam di seluruh dunia. Tapi disisi lain, mereka berbohong tentang sesama Muslim tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. Sekarang, di sini aku akan memberikan beberapa contoh dari para nabi Allah ﷻ. Suatu ketika, di zaman Nabi Muhammad ﷺ, ada seorang wanita yang mengalami gangguan mental, artinya dia tidak stabil secara medis. Tidak ada yang mau berbicara dengannya, semua orang menghindarinya. Suatu hari, wanita itu bertemu Nabi Muhammad ﷺ di jalan, lalu beliau berbicara dengannya dan terus mendengarkan sampai wanita itu selesai menyampaikan semua yang ingin dia katakan, meskipun saat itu cuaca panas dan terik matahari. Pakaian Nabi Muhammad ﷺ yang mulia sampai basah kuyup oleh keringat, benar-benar menjadi lembab. Para sahabat pun melihat kejadian itu dari kejauhan.

Lalu, ketika wanita itu selesai berbicara dan pergi, Nabi terakhir Muhammad ﷺ kembali kepada para sahabat. Para sahabat pun berkata kepada beliau, ‘Ya Rasulullah, wanita itu kan orang gila, kenapa Anda meluangkan begitu banyak waktu untuknya di tengah panas terik itu? Nabi terakhir Muhammad ﷺ berkata, ‘Jika tidak ada yang mau berbicara dengannya, apakah itu berarti aku juga tidak boleh? Apakah aku juga tidak seharusnya?’ Jadi, Nabi terakhir Muhammad ﷺ, bahkan tidak pernah rela menyakiti hati siapapun, bahkan orang yang mengalami gangguan mental sekalipun, dan beliau selalu mendengarkan seluruh perkataannya. 

Sekarang, orang-orang yang membuat video di YouTube dan media sosial tentang aku, tentang kalian, dan bahkan menyebut kita ‘sakit jiwa’, kalian sering mengatakan bahwa kalian lebih mencintai Nabi Muhammad ﷺ dan mengikuti sunnah beliau. Nah, ini juga sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Lalu, mengapa kalian tidak mengamalkan sunnah yang satu ini? Memang, menurut pandangan kalian, bagaimanapun aku ini, setidaknya kalian mendengarkan seluruh cerita. Kalian seharusnya memberitahu orang-orang kebenaran, bahwa sebenarnya Qasim tidak pernah mengklaim sebagai siapa pun; justru Awais Nasir-lah yang pertama kali memberitahu orang-orang tentang hal ini, lalu setelah itu barulah yang lain datang, agar orang-orang mengetahui kenyataannya. Namun, karena di hati mereka ada rasa dengki dan kebencian, maka mereka pun memilih untuk berbohong. 

Dan masalah di zaman sekarang ini adalah, kita sudah begitu jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya, sampai-sampai kita menganggap berbohong itu bukan lagi sebuah dosa, malah dianggap sebagai sebuah keahlian atau bakat. Kita menganggap mengejek orang lain itu sebagai sebuah bakat. Sekarang, seperti para tokoh agama itu, mereka benar-benar melakukannya; ketika mereka menulis tweet, bahkan dalam video mereka juga mengatakan hal yang sama, para pengikut mereka pasti berkata, ‘Wah, luar biasa sekali para tokoh ini, bagaimana mereka bisa membuat seseorang yang jujur terlihat seperti pembohong, dan bagaimana mereka mengejeknya dengan cara seperti itu.’ 

Tapi ini bukanlah Islam. Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ itu berbeda. Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah sekalipun mengatakan kepada seorang bahwa dia munafik secara langsung. Bahkan kepada orang yang berbohong pun, beliau tidak pernah mengatakan secara langsung bahwa dia pembohong. Jadi, jika kita benar-benar mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ, mengapa kita justru melakukan hal-hal yang bertentangan dengan itu? Jadi, ini juga merupakan sunnah Nabi Muhammad ﷺ bahwa kita tidak boleh menyebut seseorang pembohong, apalagi tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu, tidak boleh menuduh siapapun sebagai pembohong. Ini juga termasuk dalam ajaran Nabi. Namun, kita sering melupakan hal-hal seperti ini, lalu sebenarnya apa yang sedang kita tunjukkan kepada dunia sekarang?

Maksudnya, pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada orang-orang kafir? Bahwa kita saling menuduh satu sama lain sebagai pembohong tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. Bahkan, mereka juga memasang sebuah tweet yang dipin di profil mereka, isinya juga sama, yaitu jika ada berita yang sampai kepada kalian, maka lakukanlah penelitian terlebih dahulu. Jadi, bukankah ini standar ganda? Mereka menyampaikan hal itu kepada orang lain, tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Apa yang Nabi Muhammad ﷺ sendiri tidak katakan, tidak lakukan, itu juga tidak beliau perintahkan kepada orang lain. Jadi, para mufti dan tokoh agama ini, mereka memang menulis tweet seperti itu, tapi mereka sendiri tidak mengamalkannya. Dan yang lain-lain, yang membuat video-video menentang kami atau menulis komentar-komentar, aku juga membacanya, melihatnya.

Tentang video-video itu, aku hanya akan mengatakan bahwa sebenarnya apa yang ada di hati mereka, yaitu kebencian dan dendam, itulah yang mereka ungkapkan terhadap kami. Sekarang aku akan memberi Anda sebuah contoh yang berkaitan dengan sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, aku sedang membawa sebuah kotak dan masuk ke dalam sebuah gedung. Lalu, dari belakang ada seseorang yang memanggilku, ‘Qasim, tolong berhenti sebentar.’ Aku pun terkejut, siapa di sini yang bahkan tahu namaku? Dan dalam mimpi itu, aku juga tidak mengenakan pakaian yang bagus, hanya pakaian lama, dan sandal plastik di kakiku. Ketika aku menoleh ke belakang, aku sangat terkejut karena Nabi Sulaiman Alaihissalam berdiri di belakangku.

Nah, aku sendiri tidak tahu apa yang ada di dalam kotak itu. Lalu Nabi Sulaiman ‘alaihissalam bertanya padaku; “Dari mana kamu mendapatkan kotak ini?’ Kemudian aku memberitahu beliau bahwa di suatu tempat, ada gedung, dan di lantai atasnya kotak ini tergeletak disana. Aku mengambil dan membawanya pulang. Lalu beliau bertanya, “Apakah orang-orang itu tidak melihatmu?’ Aku menjawab, “Tidak, mereka tidak melihatku. Aku juga heran kenapa mereka tidak bisa melihatku.’ Lalu Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata, “Di dalamnya ada cincin, itu boleh kamu simpan, tapi tolong berikan kotaknya kepadaku.’ Mereka itu jin, jin-jin yang jahat. Jika mereka tahu bahwa kotak itu, sekarang sudah tidak ada di sana, mereka akan mengejarmu sampai kamu mengembalikan cincin itu kepada mereka. Jadi, beliau pun memberikan cincin itu kepadaku, dan pergi untuk mengembalikan kotak itu.

Sekarang Sulaiman ‘alaihissalam, aku ingin menjelaskan kepada Anda melalui contoh ini, betapa suci para nabi Allahﷻ itu, betapa bersih dan jernih hati serta dada mereka. Ketika aku membawa cincin mereka, yang merupakan cincin berharga milik mereka, tidak terlintas sedikitpun di hati mereka bahwa para jin akan mengambilnya kembali sendiri. Tidak, Anda lihatlah kemuliaan para nabi, bagaimana Allahﷻ telah mendidik para nabi itu, sehingga bukan hanya mereka memberitahuku bahwa di dalamnya ada cincin, bahkan mereka merasa harus membantuku, dan memberitahuku bahwa ini adalah cincin, lalu juga mengatakan kepadaku, “Besok datanglah kepadaku, aku akan mengajarkan cara menggunakan cincin ini”. Dan memang keesokan harinya beliau mengajarkan caranya kepadaku, cara mempergunakan cincin itu. 

Jadi, maksud dari pembicaraan ini adalah, orang-orang yang membuat video atau komentar negatif tentangku atau kalian, pasti di dalam hati mereka ada kebencian.

Sekarang mereka mendapat kabar bahwa ada seseorang yang mendapat mimpi, dan dia adalah seorang ulama. Dia bahkan berkomentar, “Aku shalat lima waktu, juga shalat tahajud, sudah memelihara jenggot, tapi aku tidak pernah mendapat mimpi seperti itu, bagaimana bisa kamu mendapat mimpi?” Jadi, ini adalah rasa iri dan dengki. Sekarang, ketika Sulaiman ‘alaihissalam melihat bahwa Allahﷻ telah memberiku cincin itu dan Allahﷻ telah memberiku akses ke cincin tersebut, maka nabi Sulaiman membantu dan menolong serta memberitahuku di dalamnya ada cincin, jika tidak, aku tidak tahu. Kisah nabi Sulaiman ‘alaihissalam juga begitu. jika aku tidak tahu sama sekali.

Sebelum aku lanjutkan, aku ingin mengatakan, jika ada salah satu dari orang-orang itu di sini, yang suka berkomentar buruk dan membuat video, jika salah satu dari mereka di sini, pasti mereka akan merebut kotak itu dariku dan berkata, ‘Siapa kamu?’ Lihat pakaianmu, lihat penampilanmu, dan apakah kamu pantas membawa cincin itu bersamamu? Mereka akan merebut kotak itu dariku dan mendorongku keluar dari sana, mengusirku. Jadi sekarang, coba Anda lihat, di satu sisi, jika orang-orang seperti itu yang ada di sana, apa yang akan mereka lakukan? Dan di sisi lain, bagaimana Nabi Allah ﷻ benar-benar menolongku?

Sekarang aku akan memberikan contoh lain, yaitu tentang Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, yang disebutkan Allahﷻ dalam Surah An-Naml. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam sedang duduk di singgasananya, lalu ada seorang ratu yang akan datang menemuinya. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ingin melihat, apakah ilmu yang Allah ﷻ ajarkan kepadanya juga diajarkan kepada orang lain? Maksudnya, beliau yang bisa memerintahkan angin, dan angin pun tunduk pada perintahnya karena Allah ﷻ telah memberinya kekuasaan itu. Maka Nabi Sulaiman ‘alaihissalam bertanya kepada para jin dan manusia yang ada di majelisnya, ‘Adakah di antara kalian yang bisa membawa singgasana ratu itu kepadaku sebelum dia sampai di sini?’ Lalu salah satu jin yang kuat berdiri dan berkata, “Sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu, aku akan membawakan singgasana itu kepadamu, dan aku adalah orang yang dapat dipercaya”. Kemudian disebutkan tentang seseorang, bisa jadi orang biasa, manusia biasa yang memiliki ilmu dari Kitab Allah ﷻ. Dia berdiri dan berkata, “Aku akan membawakan singgasana ratu itu kepadamu sebelum matamu sempat berkedip”.

Maka ketika Sulaiman ‘alaihissalam melihat singgasana itu sudah ada di hadapannya, beliau berkata, “Ini adalah karunia dari Allah ﷻ agar Dia mengujiku, apakah aku bersyukur kepada-Nya atau kufur terhadap nikmat-Nya. Barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Pemurah”. Jadi, di sini pun ketika Allah ﷻ menguji Sulaiman ‘alaihissalam, tidak ada rasa dengki atau kebencian di dalam hatinya, tidak ada kesombongan atau keangkuhan, melainkan beliau justru bersyukur kepada Allah ﷻ. Ketika beliau melihat bahwa ilmu yang Allah ﷻ berikan kepadanya, ternyata ada juga orang biasa yang memiliki ilmu serupa, sehingga ia bisa mendatangkan singgasana ratu itu bahkan sebelum matanya sempat berkedip. 

Maka pelajaran-pelajaran yang Allah ﷻ berikan dalam Al-Qur’an ini mungkin tampak kecil bagi kita, tetapi sebenarnya Allah ﷻ sedang berusaha menjelaskan kepada kita secara mendalam, bagaimana kita harus menghilangkan rasa dengki dan kebencian dari dalam diri kita. Saat video ini dibuat, komentar bermunculan, hal seperti itu terlintas, dan aku berkata, Allah ﷻ juga memberiku kemampuan. Aku juga diberi lisan, aku juga bisa membuat video, aku bisa membuatnya dalam bahasaku sendiri. Tapi aku berusaha mengendalikan rasa dengki dan kebencian dalam diriku, karena jika mereka melakukan hal itu, bukan berarti aku juga harus menjadi seperti mereka. Jadi, urusan itu aku serahkan kepada Allah ﷻ dan aku mengendalikan rasa dengki dan kebencian itu dengan cara berpikir bahwa siapapun yang membuat video atau komentar negatif tentang aku, mereka juga diciptakan oleh Allah Rabbul Alamin. Jika Allah ﷻ menghendaki, mereka tidak akan pernah bisa sampai ke tahap itu, dan mereka tidak akan bisa membuat video tentangku. Jadi, jika mereka membuat video, itu pun terjadi atas izin Allah ﷻ. Jika Allah ﷻ mau, Dia bisa saja tidak menciptakan mereka di zaman ini, seperti banyak orang lain yang tidak diciptakan. Jadi, apapun yang terjadi, misalnya video-video yang dibuat untuk menentangku, atau sedikitnya orang yang berkomentar, aku anggap itu sebagai ketetapan Allahﷻ dan aku memilih untuk mengabaikannya.

Anda dapat melihat, 8 (delapan) tahun sudah berlalu, aku tidak pernah membalas komentar siapapun dengan cara seperti itu selama 8 tahun ini, dan aku juga tidak pernah membuat video apapun. Aku menyerahkan urusanku kepada Allah rabbul’alamiin, karena hanya Allah ﷻ yang akan membalas mereka. Ada satu komunitas yang selalu mendukungku, yang membuatku sabar dan memberiku kekuatan, karena mereka mungkin bisa lari dariku tapi ke mana mereka akan lari dari Allah ﷻ, Tuhan semesta alam? Atau pada hari kiamat, Allahﷻ pasti akan membangkitkan mereka, dan pada hari itu, Dia akan bertanya kepada mereka tentang tuduhan palsu yang mereka lemparkan kepada Qasim, tentang kebencian dan dendam yang mereka tunjukkan terhadapnya, jawablah sekarang. 

Kita sebagai Muslim sekarang sudah sangat jauh dari agama. Sekarang aku akan memberikan contoh lain kepada Anda: bahkan orang-orang kafir pun diciptakan oleh Allah ﷻ, mereka tidak tercipta sendiri, na’udzubillah. Jadi, memperolok-olok orang kafir pun sangat tidak disukai oleh Allah ﷻ. Baru-baru ini, Anda pasti sudah melihat bahwa di Qatar ada turnamen sepak bola, dan ketika pertandingan antara Arab Saudi dan Argentina berlangsung, Arab Saudi berhasil mengalahkan Argentina. Setelah itu, Anda pasti juga memperhatikan betapa banyaknya umat Muslim yang mengolok-olok, bahkan sampai memperolok Messi, padahal itu sama sekali bukanlah sifat seorang Muslim. Seorang Muslim seharusnya tidak mengolok-olok siapapun, bahkan tidak memperolok orang kafir sekalipun. Ini sama sekali bukan sifat seorang Muslim, namun tetap saja umat Muslim banyak yang mengolok-oloknya. 

Lihatlah kebesaran Allah ﷻ untuk memberikan pelajaran kepada umat Muslim, Allah ﷻ justru menjadikan Messi sebagai pahlawan pada turnamen tersebut. Kalian semua telah melihat sendiri bagaimana dia diapresiasi di seluruh dunia. Jadi intinya, Allah ﷻ melakukan semua ini untuk memberikan pelajaran kepada umat Muslim, bahwa lihatlah, siapa pun yang kalian olok-olok, dia juga adalah ciptaan Allah Rabbul Alamin, dia tidak tercipta dengan sendirinya. Dan jika kita mengolok-olok seseorang, secara tidak langsung, naudzubillah, kita sedang mengolok-olok Allah ﷻ, seolah-olah kita ingin mengatakan, naudzubillah, bahwa Allah ﷻ telah melakukan kesalahan dengan menciptakan orang itu. 

Maka, sebagai umat Nabi, kita harus memperbaiki diri kita dengan mengikuti sunnah dan ajaran beliau. Kita harus membersihkan hati kita dari rasa dengki dan kebencian. Hari ini, kita melihat ada 73 golongan yang terbentuk. Golongan-golongan ini tidak terbentuk begitu saja, tapi muncul sebagai akibat dari rasa dengki dan kebencian yang ada di dalam hati kita. Sekarang yang terjadi adalah, satu golongan bahkan tidak bisa menahan diri untuk mendengarkan golongan lain. Maksudnya, jika ada sesuatu yang bertentangan dengan sifat atau kebiasaan kita, kita pun tidak mau menerimanya. Jadi, semua itu sebenarnya apa? Itulah rasa dengki, kebencian, kesombongan, dan keangkuhan di dalam hati kita, dan kita tidak berusaha menghilangkannya dari hati kita.

Sekarang, ada sebuah peristiwa di masa Nabi Muhammad ﷺ, ketika beberapa sahabat membawa dua ekor anak burung. Induk burung itu terbang ke sana kemari dengan gelisah. Ketika Nabi Muhammad ﷺ melihatnya, beliau bertanya, “Mengapa burung ini tampak gelisah dan mondar-mandir seperti itu?” Ternyata anak-anak burung itu telah diambil oleh para sahabat. Maka Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Kembalikan anak-anak burung itu ke sarangnya, karena menyakiti makhluk lain itu bukanlah perbuatan yang baik.’ Artinya, Rasulullah ﷺ bahkan sangat peduli terhadap makhluk yang tidak bisa berbicara sekalipun. Sementara kita, sesama Muslim, seringkali saling menuduh tanpa melakukan penelitian, bahkan ketika kita tahu bahwa semua itu adalah kebohongan.

Dia tidak pernah membuat klaim apa pun, tetapi tetap saja, demi menunjukkan kepada orang lain, mereka berkata, “Lihatlah, betapa kami membela Islam. Setiap ada fitnah baru, kami langsung memberitahu orang-orang agar mereka waspada”.Tapi aku ingin bertanya, fitnah seperti apa sebenarnya itu? Bertahun-tahun yang lalu, Allah ﷻ memberitahuku dalam mimpi bahwa, “Qasim, ketika kamu hendak tidur, bacalah Surah Al-Ikhlas, Surah An-Naas, dan Surah Al-Falaq agar setan menjauh darimu.’ Jadi, fitnah seperti apa ini? Maksudku, bagaimana mungkin itu fitnah, jika dalam mimpiku diberitahu untuk melindungi diri dari syirik dan segala bentuknya? Selama kamu tidak melindungi dirimu dari syirik dan segala bentuknya, maka pertolongan Allah ﷻ tidak akan datang kepadamu. Jadi, apa buruknya dengan hal itu? 

Lalu, dalam satu mimpi lagi, Allah ﷻ berkata, “Qasim, ketika kamu makan, bersihkanlah piringmu dengan menjilati sisa makanan dengan jarimu, maka Aku akan membuatkan jalan keluar untukmu”. Sekarang coba katakan, apa buruknya dengan hal itu? Demikian pula, setelah syirik, hal yang paling ditekankan Allah ﷻ kepadaku adalah agar aku tidak berputus asa dari rahmat Allah ﷻ, karena hanya orang-orang kafir saja yang berputus asa dari rahmat Allah ﷻ. Jadi, fitnah macam apa ini yang mengatakan kepadaku untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah ﷻ? Lalu juga, aku diajarkan untuk bersabar, karena Allah ﷻ tidak pernah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang sabar. 

Selain itu, Allah ﷻ juga mengajarkan kepadaku dalam mimpi agar aku bersikap penuh kasih sayang kepada anak-anak, berbicara dengan lembut kepada orang tua. Jadi aku berpikir, apa buruknya dengan semua ini? Fitnah apa yang bisa dilihat orang dari hal-hal seperti ini? Dan kemudian orang-orang akan berkata, ‘Bukankah semua hal ini memang sudah ada dalam Islam, dalam Al-Qur’an?’ Tentu saja, semuanya memang sudah ada. Tidak ada hal baru di dalamnya. Tapi apakah kalian benar-benar mengamalkannya? Kalian yang mengkritik, membuat video, apakah kalian sendiri menjalankan itu? Tidakkan? Kalau kalian benar-benar mengamalkannya, pasti kalian akan berkata, “Baiklah, kami akan bersabar. Sudah 8 tahun dia tidak mengklaim apa-apa, mari kita lihat. Kalau dia memang benar, pasti kami akan percaya pada mimpinya.’

Jadi sekarang, mimpi-mimpi itu sudah ada di YouTube dengan tanggal-tanggal lama. Tidak mungkin, jika kamu mengunggah video baru lalu mengubah tanggalnya jadi tanggal lama? Itu tidak mungkin. Silakan cek sendiri, itu memang video-video lama, di mana aku juga pernah mengatakan bahwa aku tidak akan pernah mengklaim apa-apa.

Dan semua mimpi yang berkaitan dengan Imran Khan, kamu bisa lihat sendiri, semuanya benar-benar terjadi persis seperti yang ada di dalam mimpi, misalnya dalam mimpi, aku melihat bahwa Imran Khan akan gagal. Padahal kamu lihat sendiri, pada tahun 2018 saat pemilu dan Imran Khan menang, cara militer mendukung Imran Khan dan bagaimana Imran Khan datang dengan penuh semangat, rasanya tidak mungkin Imran Khan akan gagal. Tapi aku tetap mendapat mimpi bahwa Imran Khan akan gagal dan dia bahkan tidak akan bisa menyelesaikan masa kepemimpinannya. Jadi, aku punya teman, Imran Abbasi dari Inggris, dan Abdullah Qureshi dari Perancis. Jadi aku katakan kepada mereka, aku rasa Imran Khan tidak akan gagal, jadi kita tidak perlu membagikan mimpi ini. Tapi Imran Abbasi menjawab, ini adalah mimpi dari Allahﷻ Anda harus membagikannya, pasti akan terjadi. Lalu aku berkata, baiklah, kalian saja yang buat video tentang mimpi-mimpi itu, nanti aku yang akan membagikannya.

Lalu mereka, termasuk Abdullah Qureshi, juga membuat video dengan suara mereka sendiri dan membagikannya. Dan kalian bisa lihat sendiri, apa yang muncul dalam mimpi itu. Sekarang orang-orang mengatakan aku sendiri yang membuat mimpi-mimpi ini atau ini hanya sebuah prediksi, jadi bagaimana bisa begitu? Aku sendiri yang membuat mimpi-mimpi ini, padahal mimpi itu datang kepadaku di tahun 2018. Pada tahun 2023, atau tahun 2022, Imran Khan menggunakan kata-kata yang persis sama.

Ada mimpi dari tahun 2018 di mana Imran Khan berkata, ‘Kami bukan budak kalian.’ Jadi jika anda perhatikan, pada tahun 2022 kalimat Imran Khan ini sangat populer: ‘Kami bukan budak Amerika.’ Jadi bagaimana mungkin kata-kata yang persis sama bisa keluar dari mulut seseorang? Lalu ada lagi satu mimpi. Tanggal 6 Maret 2020, dalam mimpi itu Imran Khan berkata dengan kesal, ‘Jika kalian pikir ada yang lebih baik dariku, jika ada yang bisa menunjukkan performa lebih baik dariku, ya sudah, ambil saja dia, aku akan pergi.’ jika kamu perhatikan, 2 atau 3 bulan yang lalu Imran Khan benar-benar mengucapkan kata-kata yang persis sama dalam pidatonya. Jadi bagaimana mungkin seseorang yang hanya membuat mimpi sendiri, lalu Imran Khan menggunakan kata-kata yang sama persis?

Sekarang, dalam mimpi yang aku lihat, aku berkata kepada orang-orang bahwa jika mimpiku tentang Imran Khan benar-benar terbukti, maka mimpiku yang berkaitan dengan kejayaan Islam dan kemakmuran Pakistan juga akan menjadi kenyataan. Dalam mimpi itu juga ada mimpi-mimpi lain, misalnya di masa Imran Khan, ada tanah longsor dan kemudian tanah itu tenggelam. Ini menggambarkan suatu bencana alam. Jika Anda lihat, virus corona juga datang di masa Imran Khan. Lalu dalam salah satu mimpi, aku berkata bahwa sudah 77 atau 76 tahun sejak Pakistan berdiri, dan semua orang sudah berusaha agar negara ini makmur, termasuk militer yang juga pernah memerintah, tapi bukannya negara ini menjadi makmur, malah terus menurun dan semakin tenggelam dalam kegelapan. Jadi, hanya ada satu alasan untuk itu: tidak ada satu penguasapun yang pernah membersihkan negara ini dari syirik dan segala bentuknya. Selama kita belum membersihkan negara ini dari syirik dan segala bentuknya, maka pertolongan Allah ﷻ tidak akan datang. Sekarang, mengenai syirik ini, orang-orang berkata, ‘Kami kan tidak menyembahnya.’ Patung-patung yang dipajang, gambar-gambar besar di billboard, dan patung-patung ini dibuat atas nama seni dan budaya. Di Lahore ada sebuah perumahan besar, mereka bahkan membuat satu blok khusus dan di sana mereka menempatkan tuhan-tuhan palsu yang dibuat sendiri. Tapi orang-orang berkata, ‘Kami kan tidak menyembah mereka.’ Namun, intinya tetap sama. Dulu di Ka’bah ada 360 berhala, dan kaum Muslimin juga tidak menyembahnya, tapi tetap saja, Nabi terakhir Muhammad ﷺ menghancurkan berhala-berhala itu. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam juga menghancurkan berhala-berhala. Jadi, dengan menghancurkan berhala-berhala itulah, bumi Allahﷻ dibersihkan dari syirik. Ketika bumi itu sudah bersih dari syirik, barulah pertolongan Allahﷻ akan datang. Jika Anda perhatikan, di Lahore, ke mana pun Anda pergi, Anda akan melihat patung-patung di mana-mana atas nama seni dan budaya. Semua ini, sebenarnya, adalah bentuk syirik. Sekarang, membuat patung dan meniupkan ruh ke dalamnya, itu adalah urusan Allah Rabbul Alamin.

Ketika Allah ﷻ menciptakan patung Nabi Adam ‘alaihissalam, Allah ﷻ memerintahkan semua malaikat untuk sujud kepada Adam. Semua malaikat bersujud, kecuali Iblis yang tidak mau sujud. Di dalam dirinya ada kesombongan dan keangkuhan, sehingga ia menolak untuk bersujud. Ia berkata bahwa ia diciptakan dari api dan memiliki lebih banyak ilmu, sedangkan Adam diciptakan dari tanah, jadi mengapa ia harus bersujud kepada Adam? Maka Allah ﷻ mengusir dan menjadikannya makhluk terkutuk. Jadi, syirik seperti kesombongan, keangkuhan, iri hati, dan kebencian, aku ingin tegaskan lagi—saat ini sangat banyak ditemukan di kalangan umat Muslim, dan memperolok-olok orang lain juga sangat dibenci oleh Allah ﷻ.

Dan Allah ﷻ juga telah memperlihatkan kepadaku bagaimana Allah ﷻ memberikan hukuman kepada siapa saja yang mengolok-olok orang lain. Bahkan dalam sebuah mimpi, Allah ﷻ  berkata; jika ada seorang ulama besar di zamannya, lalu hanya karena bercanda ia berkata kepada seseorang, ‘Kamu itu tidak pernah shalat, sedangkan aku shalat lima waktu,’ maka di sisi Allah ﷻ ucapan itu adalah dosa yang sangat besar, seolah-olah ulama itu jatuh dari ketinggian langit ke dalam kedalaman bumi. Artinya, mengolok-olok orang lain adalah dosa yang sangat besar di hadapan Allah ﷻ . Namun di zaman sekarang, kita justru menganggap mengejek orang lain sebagai sebuah keahlian, bakat, atau keterampilan, dan orang-orang pun mengapresiasi hal itu. bahkan, Mereka yang mengapresiasi adalah umat Muslim, dan kita tidak pernah benar-benar memperhatikan hal-hal seperti ini.

Nah, pada tahun 2006, ketika Allah ﷻ sedikit memberitahuku lewat mimpi itu, setelah itu aku benar-benar bertekad untuk membuat Allah ﷻ ridha. Namun sebenarnya, Allah ﷻ tidak membutuhkan kita sama sekali. Kita yang membutuhkan Allah ﷻ , dan kita hanya bisa membuat Allah ﷻ ridha jika kita melakukan hal-hal yang disukai-Nya dan menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya. Setelah itu, Allah ﷻ mulai mengajariku, dan aku juga mulai berjuang melawan diriku sendiri, melawan hawa nafsuku. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa apapun yang terjadi, aku harus membuat Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, ridha. Dalam proses itu, Allah ﷻ pertama-tama memberitahuku tentang bahaya syirik, lalu tentang kebencian, dendam, kesombongan, dan keangkuhan, dan seterusnya. 

Allah ﷻ juga memberitahuku bahwa di bumi ini kita harus berjalan dengan rendah hati dan penuh kerendahan, serta menundukkan kepala, karena kita tidak akan bisa membelah bumi dengan cara berjalan seperti itu. Maka aku pun mulai melakukan hal itu. Lalu, seiring berjalannya waktu, tibalah tahun 2014. Saat itu Allah ﷻ berkata padaku bahwa mimpi-mimpi yang telah Dia tunjukkan kepadaku, harus aku ceritakan kepada orang-orang. Allah ﷻ ingin menunjukkan kepada dunia siapa aku sebenarnya. Itu adalah tugas yang sangat sulit bagiku karena aku berpikir, siapa yang akan percaya pada mimpi-mimpi ini? Bahkan di lingkungan tempat tinggalku saja tidak ada yang mengenalku, apalagi orang-orang yang sama sekali tidak tahu siapa aku, bagaimana mereka bisa percaya? Namun kemudian Allah ﷻ berkata, “Qasim, ketika Aku berkehendak untuk melakukan sesuatu, maka Aku pasti akan melakukannya, dan tidak ada yang bisa menghalangi-Ku. Aku Maha Berkuasa atas segala urusan-Ku”.

Sekarang aku melihat sendiri, kalian semua yang duduk di sini, bahkan aku belum pernah berbicara seperti ini di hadapan 4 atau 5 teman dekatku, apalagi seperti yang aku lakukan hari ini. Saat pidato pertama, aku sangat gugup. Wajar saja, bahkan orang-orang besar seperti Imran Khan dan lainnya, ketika mereka berpidato untuk pertama kalinya dalam hidup, pasti juga sangat gugup. Tapi Allah ﷻ tetap membuatku menyampaikan pidato itu, bagaimanapun keadaannya. Namun, setelah itu banyak orang yang mengomentari bahwa aku tidak bisa berbicara dengan baik. Tapi aku ingin mengatakan, jika kalian menertawakanku, secara tidak langsung kalian sebenarnya menertawakan Allah ﷻ, seolah-olah Allah ﷻ telah melakukan kesalahan dengan menciptakanku atau membuatku seperti ini, na’udzubillah. 

Kita seharusnya menjaga hati kita tetap bersih. Ketika mereka tahu bahwa aku mendapat mimpi-mimpi itu, mereka menolakku juga karena alasan lain: mereka berkata, “Kami rajin shalat, shalat tahajud, berjenggot, sedangkan dia tidak berjenggot dan tidak shalat”. Itu juga menjadi alasan mereka menolak, menertawakanku, dan mungkin saja Allahﷻ sedang menguji kalian melalui orang-orang yang berbicara buruk tentang aku, untuk melihat seberapa besar kebencian dan dendam di dalam hati kalian, apakah hati kalian dipenuhi kebencian atau bersih. Kalian bisa melihat sendiri dari video dan komentar mereka, betapa jelasnya kebencian dan dendam di hati mereka. 

Di sini aku ingin menegaskan, aku tidak pernah menganggap diriku manusia yang suci, karena nafsu manusia itu selalu mengajarkan keburukan. Jika aku atau kita melakukan dosa, maka meskipun aku bertobat kepada Allahﷻ seribu kali dan berjanji tidak akan melakukannya lagi, tetap saja ada kemungkinan 100% bahwa dosa itu bisa terulang kembali, karena nafsu manusia memang selalu mengajarkan keburukan. Namun, aku berharap Allahﷻ memperhatikan keadaanku dengan penuh kasih sayang, dan sungguh Allah adalah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku selalu berusaha untuk memperbaiki diri, berusaha menghilangkan kebencian, dendam, kesombongan, dan keangkuhan dari dalam diri setiap saat. Dan itu adalah hal yang sangat sulit, terutama di zaman sekarang ini. Tapi aku tetap berusaha untuk melindungi diri dari syirik dan segala bentuknya, serta berusaha mengamalkan ajaran-ajaran yang Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ ajarkan dalam mimpi-mimpiku. Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa Allah ﷻ juga ingin menyampaikan pesan bahwa ketika seseorang mulai melindungi diri dari syirik, maka Allah ﷻ mulai membantunya.

Dia sendirian pada tahun 2015, tidak ada seorang pun yang dikenalnya, dan hari ini, berkat rahmat Allahﷻ, jika Anda lihat, semua yang duduk di sini sebelumnya tidak saling mengenal. Dan orang-orang dari seluruh dunia yang terhubung satu sama lain juga tidak saling mengenal. Budaya kita, tradisi kita, semuanya berbeda, agama, karakter dan tempat semua kita juga berbeda. Agama sebenarnya satu saja, yaitu Islam, Alhamdulillah, jadi dari Indonesia, Malaysia, bahkan, percayalah, Muslim dari India pun juga percaya pada mimpi-mimpi ini. Kami juga berbicara dengan orang-orang dari Bangladesh. Dari Pakistan juga, Alhamdulillah, banyak juga yang mempercayainya. 

Dari Amerika, Eropa, bahkan beberapa hari lalu aku melihat video dari Perancis, dia berbicara bahasa Perancis dan memang orang Perancis, artinya Muslim yang lahir di sana, dan dia juga percaya mimpi-mimpi itu. Aku juga terkejut setelah menonton video itu, siapa dia? Kemudian Abdullah Qureshi yang tinggal di Perancis, aku bertanya padanya, siapa orang yang sedang berbicara itu? Lalu dia menjelaskan bahwa orang itu percaya pada mimpi-mimpi Anda. Aku tanya, bagaimana dia bisa tahu tentang mimpi-mimpi itu? Dia menjawab, aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa tahu, tapi yang jelas dia menyebutkan dalam videonya bahwa dia percaya pada mimpi-mimpi Anda. Setelah itu, dia juga mencoba menghubungi orang tersebut. Jadi, maksudku bercerita ini adalah untuk menunjukkan betapa besar rahmat dan pertolongan Allahﷻ. 

Sekarang, orang-orang dari seluruh dunia mulai percaya pada mimpi-mimpi ini. Dan Allahﷻ hanya memberikan satu alasan untuk itu, yaitu: “Qasim, Aku membantumu hanya karena kamu telah mulai menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya”. Jadi, jika kita lihat, jika aku secara individu melakukan hal ini, lalu Allahﷻ menolongku, bagaimana jika kita, jumlah penduduk Muslim sekarang bahkan sudah melebihi jumlah penduduk Arab. Jadi, jika kita semua menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya, maka ketika pertolongan Allahﷻ datang, Anda akan lihat sendiri, orang-orang kafir itu tidak akan mampu berdiri di hadapan kita. Tapi sekarang, kondisi kita adalah kita bahkan tidak bisa mengecam dengan benar. Seperti yang baru-baru ini Anda lihat di Swedia, lihat saja bagaimana reaksi para pemimpin Muslim di sana, bagaimana mereka mengecam. Semua ini hanya karena hari ini kita sudah tidak lagi menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya. Kita bahkan tidak tahu apa itu syirik. 

Lihat saja, kalian pergi ke makam-makam, sujud di sana, memohon-mohon, semua itu adalah syirik. Selain kepada Allah ﷻ kalian tidak boleh meminta apapun kepada siapapun. Jika kalian melakukannya, itu adalah syirik. Syirik itu sendiri awalnya dimulai dari gambar-gambar, lalu dibuat patung-patung, kemudian mulai dikatakan bahwa patung ini, berhala ini, adalah untuk hujan, naudzubillah, ini untuk rezeki, dan dengan cara seperti itulah mereka mulai menyebarkan syirik. Jadi, jika Anda lihat hari ini, hal yang sama sedang terjadi di masyarakat kita. Anda pergi ke kota mana pun, hal yang sama akan Anda temui, hanya bentuknya saja yang berbeda, lalu apa bedanya? 

Sekarang, lihatlah, Nabi Isa ‘alaihissalam juga pernah membuat patung burung, tapi dengan izin Allah ﷻ, beliau meniupkan ruh ke dalamnya dan burung itu pun terbang. Jadi, semua hewan yang ada, mungkin saja Allah ﷻ sebelumnya membuat patungnya dulu, lalu meniupkan ruh ke dalamnya dan mereka pun hidup. Jadi, membuat patung dan meniupkan ruh ke dalamnya adalah pekerjaan Allah Rabbul Alamin, dan jika ada orang lain yang membuat patung, maka dia telah berbuat syirik kepada Allah ﷻ seolah-olah dia berkata, “Jika Allah ﷻ bisa melakukan ini, aku juga bisa”. Maka pada hari kiamat, Allah ﷻ akan berkata kepada mereka, “Coba masukkan ruh ke dalam patung atau gambar itu”. Dan mereka tidak akan mampu melakukannya. 

Sekarang, banyak kebingungan tentang hal ini. Orang-orang berkata, “Kalian juga menggunakan gambar di media sosial, membuat video, bukankah itu sama saja?”. Dalam hal ini, Allah ﷻ juga mengajariku melalui mimpi bahwa, jika dibutuhkan, atau di mana hukum negara berlaku, atau terkait masalah kesehatan, atau rezeki, maka itu boleh saja, halal, selama belum ada sistem Islam yang benar-benar diterapkan, yaitu sistem yang sepenuhnya mengikuti ajaran Nabi terakhir Muhammad ﷺ, Islam yang sejati, sampai sistem itu benar-benar terwujud. Sekarang, misalnya kita membuat thumbnail di media sosial, di situ memang ada gambar-gambar, benar, tapi itu dalam bentuk digital. Ketika Anda mematikan ponsel atau laptop, gambar itu pun langsung hilang. Gambar itu bisa dikatakan berubah menjadi data, dan kita pun hanya menggunakannya sebatas yang kita butuhkan saja. 

Jika Anda perhatikan, di profil-profil kita pun berusaha sebisa mungkin untuk tidak menggunakan foto. Sekarang, seperti halnya ada aturan-aturan negara. Pada uang kertas ada gambar yang tercetak. Di KTP juga memang dibutuhkan foto. Di paspor juga dibutuhkan foto, dan masih banyak hal lain yang memang memerlukan foto. Misalnya, jika seseorang bekerja dan perusahaannya memang mewajibkan foto di kartu identitas, maka itu memang terpaksa dan di situ diperbolehkan. Tapi di tempat-tempat yang tidak perlu, seperti papan reklame besar-besaran, sebenarnya tidak ada keperluan untuk memasang foto orang dari seluruh perusahaan. Cukup tampilkan gambar produknya saja. Misalnya, jika itu botol minuman atau susu, cukup tampilkan gambar susu atau produknya saja, tidak perlu foto orang. Jadi, semua itu sebenarnya tidak diperlukan. 

Dan benda fisik itu adalah hal yang berbeda lagi. Jika layar ponsel Anda dimatikan, maka gambarnya juga akan hilang. Tapi jika ada gambar yang dipajang di dalam kamar, meskipun Anda sudah mematikan lampu dan sudah keluar dari kamar, gambar itu tetap ada di sana. Ada juga sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, di rumah yang ada gambarnya, malaikat Rahmat Allah ﷻ tidak akan masuk. Jadi, jika kita ingin malaikat rahmat Allah ﷻ datang kepada kita, ingin pertolongan Allah ﷻ sampai kepada kita, maka kita harus menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya. 

Sekarang, banyak orang yang memajang dekorasi berupa patung-patung di rumah mereka. Sekarang, coba Anda beri tahu aku, di Ka’bah dulu ada 360 patung yang diletakkan di sana. Jika di rumah Anda juga ada patung atau benda serupa, apa bedanya dengan patung-patung itu? Sebenarnya tidak ada bedanya, hanya bentuknya saja yang berbeda. Seperti halnya Nabi Muhammadﷺ menghancurkan 360 patung tersebut, beliau memberikan pesan kepada kita bahwa dimanapun ada patung seperti itu, janganlah dipajang, dan jika melihatnya, harus dihilangkan. Namun disini aku ingin menekankan bahwa ini adalah tugas negara, bukan individu. Jangan sekali-kali mengambil hukum di tangan sendiri, karena Allah ﷻ tidak membantu orang-orang yang membuat kerusakan di negeri ini. 

Kita, naudzubillah, semoga Allahﷻ melindungi, tidak boleh membuat kerusakan di negara mana pun. Kita wajib menghormati dan mematuhi hukum negara. Bahkan ada yang berkata, misalnya pemerintah menetapkan tanggal yang salah untuk penentuan bulan, mungkin saja itu terjadi, tapi kita tetap wajib mengikuti pemerintah. Itu urusan pemerintah, apakah mereka menetapkan tanggal bulan dengan benar atau salah, yang penting bagi kita adalah mematuhi hukum yang ditetapkan pemerintah. Begitu juga dengan hal-hal seperti ini, sebaiknya pemerintah yang membuat aturan dan menghapuskan patung-patung serta gambar-gambar seperti itu. Itulah cara yang paling baik, dan tidak ada cara lain selain itu. 

Jadi, selama kita tidak menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya, pertolongan Allah ﷻ tidak akan datang, dan kita akan terus-menerus terjebak dalam kegelapan itu. Allahﷻ juga pernah berkata kepadaku dalam mimpi, “Qasim, lakukanlah pekerjaan yang telah Aku perintahkan kepadamu atau kamu akan selamanya terjebak dalam kegelapan itu.’ Sekarang, aku ingin membahas satu hal, yaitu tentang video AI. Video AI yang dibuat ini mendapat banyak reaksi di media sosial, bahkan beberapa tokoh agama juga memberikan pesan yang sangat tegas dan ada yang mengejek. Demi Allah ﷻ, aku sama sekali tidak pernah membayangkan tentang video AI itu, bahkan tidak terpikirkan olehku siapa yang membuatnya atau apa maksudnya.

Ketika aku mengetahui tentang video itu, sudah hampir dua hari berlalu sejak video tersebut dibuat. Aku berpikir, selama video itu belum viral di YouTube dan belum banyak ditonton, orang-orang juga tidak akan tahu tentang mimpi-mimpi itu. Jadi, setelah video ini dibuat, juga tersebar di TikTok dan YouTube, tapi di TikTok jumlah penontonnya lebih banyak. Namun, ketika aku mengetahuinya, sudah hampir tiga hari berlalu. Aku baru tahu bahwa ada satu channel bernama ‘Call of the Covenant’, merekalah yang pertama kali membuat video itu. Lalu, orang-orang lain yang juga percaya pada mimpi-mimpi itu, mereka hanya meng copy-paste dan mengunggahnya ke channel mereka atau akun mereka sendiri. Akhirnya video itu menjadi viral. 

Saat aku mengetahuinya, jumlah penontonnya sudah sangat banyak, sehingga masalahnya sudah di luar kendali. Keesokan paginya, ketika aku bangun, seseorang mengirimkan tangkapan layar kepadaku, menunjukkan bahwa beberapa tokoh agama telah menulis tweet menentangku. Demi Allah ﷻ, aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang video-video itu. Ketika aku pertama kali melihatnya, aku pun heran, apa yang terjadi dengan mereka? Mengapa tiba-tiba, dalam semalam, mereka membuat video tentang mimpi-mimpiku, seolah-olah mereka mendapat mimpi juga, dan membuat video tentangku dan mimpi-mimpi itu. Jadi aku menonton video itu dua, tiga, bahkan empat kali, lalu aku berkata; “Tidak, gerakan bibir Mufti yang ada di video itu tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan”. Dari situ aku sadar bahwa ini adalah video yang sudah diedit. 

Belakangan aku baru tahu bahwa video itu dihasilkan oleh AI. Jadi, aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan video itu, aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut. Namun, para tokoh agama itu, tanpa melakukan penelitian, langsung menuduhku dengan kebohongan, seolah-olah aku telah membuat suatu klaim, naudzubillah. Nah sekarang, seperti yang akan aku katakan lagi, jika Anda menemukan hal seperti ini, Anda pasti sudah menelitinya dan mengetahuinya. Jika Anda melakukan sedikit pencarian di YouTube, Anda akan segera menemukan banyak hal yang tidak memerlukan banyak waktu. Jika mereka juga melakukan sedikit pencarian, mereka akan menemukan bahwa Qasim sebenarnya tidak membuat klaim seperti itu. Orang lain yang membicarakannya, tetapi mereka telah membuat semua orang berpikir bahwa siapapun dia atau mereka yang mendukungnya juga harus memeriksa mental mereka sendiri. 

Naudzubillah, aku akan katakan lagi bahwa memperolok-olok agama itu sangat dibenci oleh Allah ﷻ, dan jika kita menyebarkan Islam dengan cara seperti ini, maka pesan yang sangat salah akan tersebar dan kita akan semakin jauh dari Islam. Baru-baru ini, Allahﷻ juga mengatakan kepadaku bahwa para tokoh agama itu juga Muslim, kamu juga Muslim, dan ketika mereka menerima sebuah kabar, seharusnya mereka meneliti terlebih dahulu. Mereka juga seharusnya merenungkan ucapanmu, apakah kamu benar-benar pernah mengatakan hal seperti itu atau tidak. Tapi mereka malah tanpa berpikir dan tanpa meneliti, langsung saja menuduhku berbohong, bukan hanya kepadaku tapi juga kepada orang-orang yang bersamaku. 

Namun aku hanya bisa mengatakan, ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil’, Allah ﷻ adalah sebaik-baik pelindung, dan kita semua juga seperti itu, insya Allah. Sebagaimana Allah ﷻ telah mewujudkan mimpi-mimpi ini, mimpi-mimpi lainnya pun akan terwujud. Maka yang benar dan yang salah, insya Allah, akan menjadi jelas. Dan aku akan katakan lagi, laknat Allah ﷻ atas para pendusta, dan siapa pun yang menyesatkan orang-orang dengan mengatasnamakan Allah ﷻ dan Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, mereka akan kekal terbakar di neraka. 

Bagaimana mungkin, seperti yang orang katakan bahwa aku berbohong, manusia mungkin bisa dibodohi, tapi Allah ﷻ tidak bisa dibohongi. Bagaimana mungkin, naudzubillah, aku terus-menerus berbohong dan Allah ﷻ terus-menerus menolongku dan menyebarkan mimpi-mimpi ini? Itu tidak mungkin terjadi. Maka pada akhirnya aku ingin mengatakan bahwa hari ini, sebagai Muslim, kita harus membersihkan hati dan dada kita dari kebencian dan dendam, serta menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya, juga dari kesombongan dan keangkuhan. Hanya dengan begitu kita bisa berjalan di jalan yang lurus, dan inilah ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Beliau bahkan tidak pernah menyebut seorang pendusta sebagai pendusta, atau seorang munafik sebagai munafik. Maka kita pun, mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ, tidak seharusnya berkata seperti itu tentang siapa pun, dan kita harus bersabar. 

Dalam mimpi-mimpi ini, Anda tidak akan menemukan satupun hal yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis. Orang-orang yang membuat video itu pun pasti sudah melihatnya, dan ketika mereka tidak menemukan apa-apa, mereka langsung saja menuduh bahwa aku telah mengklaim sesuatu, padahal tidak ada sama sekali. Jika Anda punya bukti, silahkan tunjukkan, tampilkan klip di mana aku pernah membuat klaim seperti itu. Tapi Anda tidak memberikan bukti apapun, Anda hanya menyebarkan kabar burung, karena Anda punya pengikut dan orang-orang menganggap Anda menyebarkan agama, maka mereka akan langsung percaya pada ucapan Anda. Tapi insya Allah, Allah ﷻ adalah sebaik-baik perencana, dan Allah ﷻ akan menampakkan kebenaran, dan insya Allah mimpi-mimpi ini akan menjadi kenyataan dengan rahmat Allah ﷻ, dan Allah ﷻ pasti akan membuktikannya seperti Allah ﷻ telah membuktikan mimpi-mimpi sebelumnya. Insya Allah. 

Jazakallah khair. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *