Tidak Terjebak di Lorong WaktuTidak Terjebak di Lorong Waktu

Tidak Terjebak di Lorong Waktu

Renungan Akhir Zaman agar Terjaga dari Kesyirikan

Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS

Pendahuluan

“Terowongan waktu” sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang-waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Dalam teori relativitas, seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Namun, perjalanan waktu ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan bahwa perjalanan waktu ke masa lalu dapat terwujud di masa depan. Akan tetapi, manusia tidak memiliki pilihan selain tunduk kepada kuasa-Nya, karena qadha telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz.

Lompatan Waktu

Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda Al-Kahfi adalah masuk ke lorong waktu dan melompati lebih dari 300 tahun ke depan. Mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang di kantong mereka tidak laku ditukar dan rumah tinggal mereka telah berubah, serta kekuasaan raja zalim telah berganti, mereka menyadari bahwa Allah ﷻ telah membawa mereka melompat 309 tahun ke masa depan. Kelompok Al-Kahfi lebih memilih kembali kepada masa mereka sendiri dan kemudian diwafatkan sehingga rahmat Allah ﷻ tetap menyertai mereka.

Dajjal Menembus Waktu

Satu cerita yang masyhur adalah kisah Sahabat Tamim Ad-Dari ketika terhempas di sebuah pulau terpencil di lepas laut Yaman bersama rombongannya. Mereka terkejut setelah tiba di tepi pantai karena ada sosok aneh yang menunggu. Sosok itu berupa makhluk berbulu lebat yang menutupi seluruh tubuhnya sehingga tidak jelas mana bagian kepala dan mana bagian ekornya. Ia mengaku sebagai Al-Jassasah.

Anehnya, ia dapat berbicara. Ia bertanya kepada Tamim, “Apakah Anda dari Jazirah Arab?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu ia berkata, “Tuanku sedang menunggu saudara di atas sana, di sebuah kuil. Mari saya antar menghadap.”

Setelah sampai, terlihat sosok yang mengagetkan mata, seorang manusia bertubuh tinggi dan kuat, terlilit rantai yang mengikatnya. Lalu ia menanyakan beberapa hal kepada Tamim: “Apakah Anda berasal dari Jazirah Arab? Apakah Nabi Ahmad sudah diutus di tengah bangsa Arab? Apakah kebun kurma di Baisan masih berbuah lebat? Apakah Danau Tiberias airnya masih melimpah?”

Semua pertanyaan itu dijawab oleh Tamim. Dari jawaban tersebut, ia berkata, “Ketahuilah, bila Nabi Ahmad telah diutus, kurma Baisan tidak berbuah lagi dan air Danau Tiberias telah mengering, maka saat itu saya akan muncul ke dunia.”

Dajjal dapat mengetahui keadaan manusia pada masa kini, sedangkan rombongan Al-Kahfi dapat melompati waktu ke masa depan dan bertemu dengan keturunan kaumnya. Keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran dan kuasa Allahﷻ.

Tukang Bakso Hilang

Dengan kuasa-Nya, secara alamiah seseorang pun dapat menembus dimensi waktu melalui peristiwa yang seolah-olah membuatnya terjebak dalam lorong waktu. Kisah seorang tukang bakso di Samarinda yang menghilang selama empat hari menjadi salah satu contohnya. Setelah ditemukan, ia bercerita bahwa ada dua orang kakek yang membeli bakso dan mengajaknya berjalan-jalan sambil memberikan nasihat. Sementara itu, gerobak baksonya ditinggalkan begitu saja.

Keluarganya menemukan tukang bakso tersebut setelah melakukan pencarian selama empat hari. Namun, ia mengaku baru setengah hari bersama kedua kakek itu, diajak berjalan-jalan dan mendengarkan nasihat mereka. Cerita ini dianggap sebagai bukti bahwa tukang bakso tersebut telah berpindah dari dimensinya dan masuk ke dimensi lain. Walaupun telah berlalu empat hari, ingatannya hanya mencatat beberapa jam.

Amnesia Fugue

Ada pula kisah seseorang yang menghilang selama beberapa hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, lalu kembali pulang. Ketika ditemukan, ia tidak dapat menceritakan kejadian selama masa hilangnya karena memorinya tidak mampu merekam peristiwa yang dialami. Keadaan ini sering disebut amnesia fugue, yaitu suatu gangguan mental yang berhubungan dengan kondisi psikologis tertentu.

Penderitanya seolah-olah masuk ke dalam dimensi lain, padahal sebenarnya tetap berada dalam dimensi yang sama. Karena ingatannya terhapus, ia tidak mengenali identitas dirinya, termasuk keluarganya. Ia masih mampu berinteraksi secara sosial, tetapi menggunakan identitas baru tanpa disadarinya. Setelah memorinya pulih kembali, ia tidak mengingat apa yang telah dilakukannya selama masa tersebut.

Mimpi

Seseorang yang bermimpi dapat menembus berbagai dimensi kehidupan, termasuk dimensi ketuhanan, dan dapat berinteraksi secara aktif di dalamnya. Mimpi telah dijadikan media oleh Allah ﷻ untuk berkomunikasi dengan makhluk-Nya karena semua makhluk hidup mengalami mimpi. Mimpi juga dipilih oleh Allah ﷻ sebagai satu-satunya sisa kenabian setelah Jibril AS tidak lagi ditugaskan menyampaikan wahyu. Allah ﷻ juga tidak lagi menugaskan kehadiran fisik para nabi kepada manusia.

Melalui media mimpi, Allah ﷻ menjamin bahwa setan tidak dapat menyerupai Nabi ﷺ ketika seseorang bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ.

Penutup

Renungan ini dapat membantu dalam menjaga ketauhidan. Pada masa-masa akhir zaman, banyak orang mengaku sebagai utusan atau orang suci, padahal sejatinya mereka adalah utusan setan karena dasar pijakannya bukan wahyu, melainkan takhayul dan khurafat yang telah bertahun-tahun mengakar dalam budaya kita.

Mempercayai orang suci hadir secara fisik, meyakini Nabi Khidir memberi pesan dan melantik seseorang menjadi wali, atau bahkan mempercayai adanya indigo, telepati, dan ramalan dapat menyebabkan seseorang tergelincir ke dalam dosa kesyirikan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tentang Penulis

Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS adalah tokoh kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, Ketua Cabang Yayasan Pondok Pesantren Al Bahjah Kalimantan Timur, Ketua IKA UNPAD Kalimantan Timur, serta Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathan Kalimantan Timur. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan, beliau juga dikenal sebagai pemerhati sosial dan budaya. Di bidang pemerintahan, beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *