Setelah 1435 Tahun Tersingkap Rahasia Akhir Zaman dari al-Mubashirat (Pelajari Mimpi Muhammad Qasim)
Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS
Pembuka
Di ujung tahun 2026, tepat lebih dari 1448 tahun silam pasca wafatnya Rasulullah ﷺ. Sesuai pendapat tiga imam hadis, tafsir, dan mazhab, yaitu al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Syaikh al-Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dan al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, mereka sepakat bahwa umur Islam di ujung masa akhir mendekati tahun ke-1500 Hijriah. Momen tahun Hijriah ini merupakan detik-detik peristiwa kolosal tentang nubuwat masa sekarang. Peristiwa dan kejadiannya diprediksi atau telah diramalkan oleh para ahli agama dan ahli spiritual. Sebagaimana dalam satu ungkapan ayat, pada setiap masa ada pelaku sejarah dan sistem peradabannya.
Kilas balik 1400 tahun silam, pada saat munculnya Nabi Muhammad ﷺ, beliau dilahirkan di Makkah, bukan di Yatsrib, dari klan Hasyim, Quraisy, melalui jalur Bani Ismail, padahal klaim Bani Israil melalui jalur Ya’qub. Berita nubuat tentang “Mesias” ini telah menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil, namun tidak sesuai ekspektasi, dan hanya sedikit orang saja yang diberi petunjuk. Tercatat tokoh-tokoh tersebut, yaitu Pendeta Nushaira/Nastura, Buhaira, dan Waraqah bin Naufal (paman istri Nabi), lalu masyarakat biasa seperti Yasir, Ammar, Bilal, Shuhaib ar-Rumi (budak), tokoh Quraisy seperti Khadijah, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, serta remaja Ali bin Abi Thalib.
Kilas Balik Masa Lalu
Setting latar belakang di atas merupakan kilas balik dahulu dan kini saat Islam berada di babak akhir. Berita nubuat tentang masa-masa akhir zaman yang penuh keadilan dan kesejahteraan, kapan dan bagaimana terjadinya serta proses terjadinya, telah disampaikan melalui berita nubuat Rasulullah ﷺ.
Kebenaran Absolut Berganti Nisbi (Baru)
Dunia diliputi fenomena paradoks, di mana banyak ketidakpastian disertai kondisi perubahan dunia yang tidak jelas. Sistem nilai didominasi oleh kebenaran baru (truth perception), yang menggantikan kebenaran berdasarkan fakta. Dengan konsep tersebut muncul frasa “pencitraan” sebagai kebenaran baru. Dunia kemudian diliputi pertentangan antara benar dan salah yang bersifat nisbi, tergantung kompromi politik. Terjadi kondisi nilai yang rapuh (brittle), tidak jelas (ambiguous), tidak pasti (uncertain), cemas (anxiety), dan tidak teratur (non-linear). Kondisi ini menyebabkan disharmoni antara manusia dan lingkungannya.
Ketika nurani kehilangan nilai, maka gejolak lingkungan global terfragmentasi menjadi sebab kekacauan parah, seperti bencana, konflik sosial, politik, ekonomi, serta peperangan. Dunia berubah dari segala aspek. Salah satu aspek penting adalah nilai (value) kebenaran baru yang menjadi alat kuasa manusia, sehingga kesombongan manusia telah menciptakan ilah baru, terlepas dari kuasa Tuhan. Kuasa manusia melalui proses politik yang kotor dan penuh kesombongan menjadikan manusia seperti Fir’aun, yang berani mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan.
Rasulullah ﷺ dan Rahasia Zaman
Setiap zaman memiliki pemegang rahasia dari Allah ﷻ. Ketika Nabi Muhammad ﷺ diutus, maka tidak ada rahasia Allah ﷻ kecuali Rasulullah ﷺ saja yang memiliki akses langsung.
Nabi ﷺ Pergi Hijrah
Satu kisah menarik diceritakan tentang peristiwa hijrahnya Nabi ﷺ. Setelah para sahabat berhijrah, tersisa hanya Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Ali bin Abi Thalib. Abu Bakar selalu bertanya kapan Nabi ﷺ berhijrah. Nabi ﷺ pun bertanya kepada Jibril a.s. Jibril belum dapat menjawab karena Allah ﷻ belum memberikan perintah untuk disampaikan kepada Nabi ﷺ. Hanya Allah ﷻ Yang Maha Mengetahui kapan perintah hijrah itu tiba.
Jibril pun belum diberi tahu waktunya. Namun, selang setengah hari, Jibril datang secara mendadak pada waktu duha. Nabi ﷺ diperintahkan berangkat ke Yatsrib pada malam itu. Agar rencana hijrah tidak tercium, Nabi ﷺ menemui Abu Bakar di rumahnya pada siang hari. Mereka mematangkan rencana keberangkatan, mulai dari rute, penunjuk jalan, logistik, penutup jejak, siapa yang mendampingi, hingga tugas Ali. Semua itu dilakukan agar tidak diketahui musuh. Namun, kaum Quraisy telah menyiapkan para pemuda untuk mencegat Nabi ﷺ, tetapi Allah ﷻ menjaga Nabi ﷺ.
Kekasih Allah ﷻ Akses Langsung via al-Mubashirat
Setelah Rasulullah ﷺ wafat, siapakah orang-orang yang diberikan pengetahuan tentang rahasia Allah ﷻ? Tentu siapa saja yang Allah ﷻ kehendaki. Manusia yang mendapat akses langsung kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya melalui mimpi. Mimpi atau al-Mubashirat (المبشرات) adalah kabar gembira yang tersisa dari kenabian setelah wahyu terputus. Oleh karena itu, kedudukan mimpi merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian.
Lebih 30 Tahun Pesan Mimpi Tersimpan
Rahasia itu disimpan rapat selama lebih dari 30 tahun. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia dan Tuhannya. Seorang laki-laki bernama Muhammad Qasim, berumur 38 tahun, pada bulan April 2014 menyampaikan berita berupa pengalaman-pengalaman mimpinya. Pengalaman yang sangat penting dan fenomenal, yaitu mimpi bertemu secara intens dan rutin dengan Rasulullah ﷺ. Ia juga berdialog dengan Allah ﷻ melalui tabir. Pengalaman ini telah terjadi lebih dari 800 kali, yaitu sekitar 500 kali berbicara melalui mimpi dengan Allah ﷻ dan sekitar 300 kali bertemu Rasulullah ﷺ. Pengalaman ini dialaminya sejak berumur 12 tahun. Menjelang usia 38 tahun, Muhammad Qasim diminta untuk membagikan pesan-pesan mimpinya kepada seluruh dunia.
Informasi Langka di Abad Zaman Ini
Bila Muhammad Qasim tidak menyampaikan mimpinya kepada publik, maka dunia tidak akan mengetahuinya. Kita sangat beruntung mendapat spill dari mimpinya. Muhammad Qasim baru menyampaikan tidak lebih dari 8% mimpinya.
Penutup
Inilah rahasia Allah ﷻ yang ada di tangan saudara Muhammad Qasim. Kita sangat beruntung hidup dan menjadi saksi atas kehendak Allah ﷻ yang sedang berlaku di atas zaman ini.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Al-Fakir
Tentang Penulis
Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS adalah tokoh kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, Ketua Cabang Yayasan Pondok Pesantren Al Bahjah Kalimantan Timur, Ketua IKA UNPAD Kalimantan Timur, serta Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathan Kalimantan Timur. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan, beliau juga dikenal sebagai pemerhati sosial dan budaya. Di bidang pemerintahan, beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

