Spirit Muharam Menjadi Transformasi Zaman dengan Membaca Pikiran Sendiri
Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS
Pembukaan
Tanggal 01 Muharam 1448 H bertepatan dengan keberangkatan Rasulullah ﷺ ke Yasrib atas izin Allah ﷻ. Menjelang siang, Jibril AS menemui Rasulullah ﷺ dan memerintahkan beliau agar malam itu bertolak ke Yasrib melalui rute yang berlawanan. Selama tiga hari, mereka bersembunyi di Gua Tsur. Rencana perjalanan ini disusun dengan matang bersama Abu Bakar yang akan menemani perjalanan tersebut. Ali menggantikan posisi tidur di kamar Nabi ﷺ, sementara Asma’ binti Abu Bakar bertugas menghilangkan jejak dan menyiapkan logistik selama beberapa hari bersama saudaranya. Selain itu, disiapkan pula seorang pemandu profesional dari Quraisy, yaitu Al-Uraiqi, yang memandu perjalanan melalui jalur rahasia. Sebuah kecerdasan brilian dalam mengecoh para pemuda Quraisy yang sedang melakukan pengejaran. Momen sejarah luar biasa inilah yang kemudian mendorong Khalifah Umar bin Khattab menetapkan awal penanggalan Islam pada 16 Juli 622 M. Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci (bulan haram) yang dimuliakan dalam Islam, di mana amalan saleh akan dilipatgandakan pahalanya dan dosa akan diperhitungkan lebih besar. Bulan ini menjadi momentum spiritual untuk bermuhasabah dan meneladani spirit hijrah, ketika masa-masa sulit yang dihadapi berubah menjadi masa yang gemilang (setelah hijrah, kemenangan diraih oleh umat Islam).
Spirit Suci Muharam
Pemaknaan spirit suci Muharam berpusat pada tiga pilar utama Syahrullah (Bulan Allah). Waktu-waktu krisis sangat menentukan dan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas kedekatan kepada Allah ﷻ. Waktu menjadi sarana menyatukan dimensi kehadiran Allah ﷻ dalam kehidupan manusia. Logika teori ilmiah seolah terpatahkan oleh dimensi ketuhanan. Suasana ini merupakan puncak kemahabesaran Allah ﷻ yang meliputi kehidupan, sehingga kita menghadirkan Allah ﷻ sedekat urat leher. Spirit hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi simbol keberanian bertransformasi dari kondisi sulit menuju kemandirian. Tajamkan ide atau gagasan atomik, lalu difusikan dengan energi proton dan neutron menjadi pikiran baru yang novel, bertransformasi menjadi peradaban yang berbeda. Introspeksi hijriah adalah pengingat untuk mengevaluasi hasil yang telah diraih dan menetapkan target masa depan berdasarkan pikiran, gagasan, serta prediksi terhadap masa depan.
Transformasi Global Tidak Terduga
Seolah dunia telah jauh berubah. Lingkungan bisnis dan ekonomi kini bersifat Rapuh (Brittle), Cemas (Anxious), Nonlinier (Non-linear), dan Tidak Dapat Dipahami (Incomprehensible). Situasi ini diperparah dengan konflik di kawasan Teluk dan Selat Hormuz setelah konflik kemanusiaan di Gaza dan Israel, serta situasi di Lebanon yang menambah kondisi rapuh, cemas, tidak jelas, dan sulit dikendalikan. Situasi sosial dan ekonomi menjadi sulit dipahami karena algoritma yang kacau. Dengan spirit perubahan hijrah ini, manusia harus adaptif terhadap perubahan. Mengubah cara pandang, mengubah pola pikir linier menjadi nonlinier. Era disrupsi dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) telah menembus area transendental dan menghadirkan sesuatu yang baru.
Belajar Mulai dari Otak Manusia
Allah ﷻ menciptakan otak sebagai the mastery of personal mind yang luar biasa. Terdapat sekitar 100 miliar neuron yang bercabang lebih dari 100 kali dan saling terkoneksi dengan pusat motorik, sensorik, hormonal, rasa, taktil, pengecap, suhu, suasana hati (mood), afek, dan kognitif. Pada titik-titik nuclei terdapat pusat pelepasan dan pengolahan data di hipokampus. Pada hipotalamus terjadi pelepasan hormon yang menjadikan proses kognitif dikendalikan oleh ego yang aktif, sementara pada kondisi lain kognitif dapat bekerja lebih bebas dan objektif melalui inhibisi neokorteks (neo-cortex). Kondisi ini sering disebut sebagai twilight state, lucid state, atau alpha frequency state.
Ide Elon Musk
Munculnya jendela masa lalu dan masa depan yang tak bertepi seolah membuat kita connect dengan sumber script code program pada server Tuhan di Lauhul Mahfuz. Elon Musk menanam benang-benang mikro ke dalam korteks serebral yang bertanggung jawab atas proses tingkat tinggi otak, seperti pembelajaran dan emosi. Penanaman perangkat ini disebut The Link. Harapannya, seluruh informasi dalam Mind Wide Web dapat direkam melalui kartu memori milik Elon. Allah SWT telah menciptakan dream untuk dipelajari.
Dreaming
Bermimpi berhubungan dengan fase tidur. Bila dipelajari lebih mendalam, fase tidur dangkal merupakan fase yang sangat erat kaitannya dengan mimpi. Fase ini sering disebut tidur REM (Rapid Eye Movement). Ada dua siklus dalam tidur, yaitu: (1) REM atau tidur dangkal, dan (2) Non-REM atau tidur pulas.
Termasuk binatang yang juga mengalami mimpi karena dalam fase tidurnya terdapat dua siklus tersebut.
Pusat regulasi tidur adalah nukleus suprachiasmatic yang bekerja melalui respons terhadap kegelapan, kemudian menginhibisi kesadaran. Ketika seseorang memasuki fase alam bawah sadar, maka ia memasuki fase tidur. Pada fase tidur dangkal, hampir semua pusat otak menyala dan aktif, termasuk hipokampus, sementara neokorteks sebagai pusat logika berada dalam kondisi tidak aktif. Oleh karena itu, mimpi menjadi bebas dari logika, pengetahuan, dan persepsi individu yang tidak mungkin secara sengaja dibuat atau direncanakan oleh sang pemimpi. Manfaat mimpi menjadi sumber yang tidak terbatas karena dreams merupakan “alkimia informasi”, yaitu reaksi kimia dari berbagai unsur kejadian yang berkondensasi menjadi peristiwa yang sangat berhubungan dengan diri seseorang atau lingkungannya dalam mimpi. Otak akan merenungkan hamparan besar pengetahuan baru, kemudian mengekstraksi aturan-aturan dan kesamaan yang bersifat umum serta esensial. Setelah itu, kita terbangun dengan Mind Wide Web yang baru, berisi informasi terkini sehingga mampu membantu menemukan solusi terhadap masalah yang sebelumnya sulit dipecahkan.
Informasi Ketuhanan yang Diketahui
Bukti-bukti yang telah mengubah dunia melalui proses ini cukup banyak. Salah satu contohnya adalah Paul McCartney. Siapa yang tidak mengenalnya? Lagu dan irama yang menjadi karya artistiknya yang berharga muncul dari mimpi. Asal-usul lagu “Yesterday” dan “Let It Be” disebut datang kepada McCartney ketika ia sedang tidur.
Beberapa Prophetic Dream
Pada tahun 1200-an Masehi, Osman Ghazi bermimpi tentang Imperium Ottoman yang membentang dari Sungai Jeyhun di Khurasan hingga Sungai Danube di Eropa. Pada tahun 1500-an, seorang gadis remaja Spanyol bernama Lucrecia de León bermimpi tentang kejatuhan Spanyol sebagai penguasa lautan. Pada era milenium akhir, seorang lelaki bernama Muhammad Qasim dalam biografi mimpi-mimpinya yang berjumlah lebih dari 800 kali memuat berbagai informasi tentang masa lalu, kemarin, hari ini, besok, lusa, hingga masa yang akan datang. Hal ini menjadi sumber literasi zaman yang patut mendapat perhatian.
Penutup
Transformasi besar dimulai dari usaha kecil melalui literasi sederhana dari sudut pandang diri sendiri. Berita dalam mimpi dapat memandu gagasan karena mind manusia merupakan “alkimia informasi”. Mimpi yang benar hadir pada seseorang yang bermimpi dan jujur dalam perkataannya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Tentang Penulis
Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS adalah tokoh kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, Ketua Cabang Yayasan Pondok Pesantren Al Bahjah Kalimantan Timur, Ketua IKA UNPAD Kalimantan Timur, serta Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathan Kalimantan Timur. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan, beliau juga dikenal sebagai pemerhati sosial dan budaya. Di bidang pemerintahan, beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

