Mengapa Masih Ragu-ragu dengan Mimpi? (Inspirasi Menguatkan Al-Mubasyirat Masa Kini)
Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS
Pembuka
Mimpi adalah proyeksi alam bawah sadar, emosi, dan memori yang menciptakan “dunia pikiran” (mind world) pribadi kita. Mimpi juga sering disebut sebagai “alkemi pengetahuan” karena semua inspirasi pikiran bersumber dari mind wide world. Secara universal, mimpi menggabungkan pengalaman sensorik dan pengetahuan untuk memproses aktivitas mental atau dorongan emosional, yang membuktikan bahwa batas imajinasi manusia tidak terbatas.
Pendapat Ahli
Sigmund Freud
Menurut Freud, mimpi adalah “jalan utama menuju alam bawah sadar”. Ia percaya bahwa mimpi merupakan manifestasi terselubung dari keinginan, konflik, dan ketakutan masa kanak-kanak yang ditekan.
Carl Jung
Menurut Carl Jung, mimpi adalah “potret diri yang spontan” dari alam bawah sadar seseorang. Jung tidak melihat mimpi sebagai pesan tersembunyi yang harus ditebak, melainkan sebagai alat penyeimbang.
Kedua ahli psikoanalisis dan psikoterapi tersebut menggunakan mimpi sebagai fenomena alam bawah sadar yang merepresentasikan konflik ego.
Freud dan Jung masih berfokus pada kepentingan ego, superego, dan id yang saling berkaitan dalam proses psikopatologi. Mereka tidak mengungkap bahwa mimpi (dream) adalah bagian dari jiwa atau ruh yang tunduk dan patuh kepada kehendak Yang Maha Kuasa. Jiwa-jiwa ruhani dapat mencapai berbagai puncak alam, dan ruh dapat berdialog dengan Tuhan seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-A’raf: 172.
Mimpi Itu Tanda-tanda Kehidupan Nyata
Hakikatnya, mimpi adalah tanda adanya kehidupan, baik fisik maupun ruhani, yang bersenyawa menjadi nyata. Dalam sistem regulasi saraf otak terdapat banyak nukleus. Nucleus suprachiasmaticus bertanggung jawab terhadap regulasi cahaya yang terhubung dengan pusat indra dan memori di hippocampus. Inilah sebabnya pengalaman mimpi dapat diingat kembali (recall) sehingga dapat diceritakan.
Inspiring Dreamer
Para dreamer memberikan inspirasi. Empat inspirator dunia, yaitu:
Syaikh Maulana Ilyas Al-Kandahlawi dari India
Pada tahun 1926, saat beribadah di Raudhah, Masjid Nabawi, Maulana Muhammad Ilyas bermimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ. Beliau diperintahkan untuk kembali ke India seraya mendengar sabda, “Allah ﷻ akan mengambil pekerjaan untukmu.” Peristiwa spiritual ini menjadi dorongan utama bagi beliau dalam mendirikan gerakan dakwah. Kisah ini menandai awal lahirnya Jamaah Tabligh. Khuruj pada Jamaah Tabligh adalah aktivitas keluar di jalan Allah (berdakwah) dari masjid ke masjid yang didasari oleh tafsir mimpi pendirinya, Maulana Ilyas Al-Kandahlawi. Mimpi ini ditafsirkan dengan “ukhrijat” (QS. Ali Imran: 110). Selama 40 hari beliau tinggal di Raudhah, Masjid Nabawi, dan setiap kali tidur didatangi Rasulullah ﷺ. Hingga saat ini, hal tersebut menjadi amalan utama dalam metode dakwah Jamaah Tabligh.
Dmitri Mendeleev, ahli kimia Rusia penemu tabel periodik unsur
Mendeleev adalah seorang ahli kimia Rusia yang menemukan cara mengklasifikasikan unsur-unsur berdasarkan sifat dan massa atomnya. Suatu malam, ia mendapat mimpi yang menginspirasinya untuk membuat tabel periodik yang terkenal.
“Dalam mimpi, saya melihat sebuah meja di mana semua elemen tersusun sesuai yang dibutuhkan. Setelah bangun, saya segera menuliskannya di selembar kertas. Hanya di satu tempat saja koreksi tampaknya diperlukan kemudian.”
Mimpi Mendeleev bukanlah kejadian acak, melainkan hasil dari pikiran bawah sadarnya yang sedang memecahkan masalah yang telah lama ia coba selesaikan. Mimpinya didasarkan pada pengetahuan dan pengamatan sebelumnya tentang unsur-unsur, tetapi juga mengungkap sesuatu yang baru dan tak terduga. Mimpi tersebut menjadi terobosan kreatif yang mengubah arah perkembangan kimia dan sains. Tabel periodik masih digunakan dalam ilmu pengetahuan hingga saat ini.
Paul McCartney, penyanyi terkenal grup The Beatles dari Inggris
Paul McCartney menemukan melodi lagu “Yesterday” melalui mimpi pada tahun 1964. Awalnya, ia menggunakan lirik sementara tentang “scrambled eggs”. Lagu ikonik tersebut kemudian dirilis secara resmi dalam album Help! pada tahun 1965.
“Saya terbangun dengan nada yang indah di kepala saya,” kata McCartney kepada penulis Barry Miles. “Saya berpikir, ‘Bagus sekali, saya bertanya-tanya apa itu?’ Ada piano tegak di sebelah tempat tidur dekat jendela. Saya turun dari tempat tidur, duduk di depan piano, menemukan G, lalu F sharp minor 7, kemudian B ke E minor, dan akhirnya kembali ke E. Semuanya mengalir secara logis. Saya sangat menyukai melodinya, tetapi karena saya memimpikannya, saya tidak percaya bahwa saya yang menulisnya.”
Demikianlah melodi “Yesterday” datang melalui mimpi.
Dr. Muhammad Ali Jinnah, pengacara terkenal dan pendiri Pakistan
Pengalaman mimpi ini mengubah pandangan Liga Muslim India untuk membentuk Pakistan yang merdeka sehari sebelum India merdeka, yaitu pada 14 Agustus 1947.
Saat itu Jinnah sering duduk-duduk di taman belakang rumahnya. Setiap sore ia selalu mencium harum semerbak yang tidak biasa. Jinnah berusaha mencari sumber aroma tersebut, tetapi setelah semua kuntum bunga diperiksa, tidak ada satu pun yang memiliki wangi yang sama. Ia terus mencarinya, tetapi tidak menemukannya. Anehnya, peristiwa itu selalu terjadi setiap sore.
Pada malam harinya, ia berulang kali bermimpi mendengar suara yang berkata, “Engkau pulang ke negerimu, India, agar negerimu menuju puncak takdir kemerdekaan.” Setelah berkali-kali mengalami mimpi itu, suara tersebut berasal dari seseorang yang kemudian mengaku sebagai Rasulullah ﷺ. Ketika bangun, Jinnah pun segera merencanakan kepulangannya ke India.
Masih Adakah Keraguan tentang Mimpi?
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya risalah dan kenabian telah terhenti. Tidak ada rasul dan tidak ada nabi setelahku.”
Hal itu memberatkan para sahabat, lalu beliau bersabda:
“Tetapi akan ada Al-Mubasyirat.”
Mereka bertanya:
“Apakah Al-Mubasyirat itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Mimpi seorang muslim yang saleh, dan itu termasuk satu bagian dari bagian-bagian kenabian.”
(HR. Tirmidzi No. 2198 dan Ahmad).
Allah ﷻ Mahakuasa dan berkuasa memberikan ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan inspirasi kepada jiwa-jiwa makhluk. Bahkan, pada tingkatan yang tinggi, Allah ﷻ memberikan informasi nubuwah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya (1/46 bagian dari kenabian). Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul.
Penutup
Literasi Al-Qur’an dan hadis serta literasi evidence-based (pengalaman) akan membawa inspirasi kognitif untuk membuka cakrawala literasi seluas-luasnya, sehingga kita dapat menangkap berbagai fenomena yang semula terasa janggal. Dari keraguan menjadi percaya, lalu beriman kepada Tuhan yang sedang berkehendak atas dunia ini.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Al-fakir.
Tentang Penulis
Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS adalah tokoh kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, Ketua Cabang Yayasan Pondok Pesantren Al Bahjah Kalimantan Timur, Ketua IKA UNPAD Kalimantan Timur, serta Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathan Kalimantan Timur. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan, beliau juga dikenal sebagai pemerhati sosial dan budaya. Di bidang pemerintahan, beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

