Kudus – Dua penelitian yang mengangkat fenomena Muhammad Qasim dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF) pada Kamis (5/11). Kedua penelitian tersebut membahas analisis video YouTube tentang Muhammad Qasim berdasarkan tingkat keterlibatan penonton (engagement) serta analisis sentimen masyarakat terhadap mimpi Muhammad Qasim.
Penelitian pertama merupakan pengembangan dari penelitian berjudul “Machine Learning-Based Entity Filtering for Muhammad Qasim Videos on YouTube Using the WIJAYA Framework” yang sebelumnya dipresentasikan dalam International Conference on Informatics and Computing (ICIC) 2026 yang diselenggarakan oleh APTIKOM di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada Kamis (8/10). Berita selengkapnya di Video Muhammad Qasim di YouTube Jadi Objek Penelitian di Konferensi Internasional
Pada seminar SNATIF, penelitian lanjutan tersebut berfokus pada pengelompokan (clustering) video-video relevan tentang Muhammad Qasim berdasarkan tingkat keterlibatan penonton. Sebanyak 2.551 video YouTube dianalisis dan dikelompokkan menggunakan tiga indikator, yaitu like rate, comment rate, dan view velocity. Ketiga indikator tersebut digunakan untuk melihat pola interaksi dan tingkat perhatian penonton terhadap video.
Sementara itu, penelitian kedua merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal JUTIF berjudul “Classification and Association Pattern Discovery in Public Responses to Muhammad Qasim’s Dreams Using CHAID and FP-Growth”.
Penelitian yang dipresentasikan dalam SNATIF ini berfokus pada perbandingan algoritma untuk mengklasifikasikan sentimen masyarakat terhadap mimpi Muhammad Qasim. Data respons masyarakat dikumpulkan secara daring selama periode 2021–2025.
Dari total 708 respons yang dianalisis, sebanyak 411 respons (58,05%) termasuk kategori positif, 190 respons (26,84%) netral, dan 107 respons (15,11%) negatif. Melalui serangkaian eksperimen, penelitian ini bertujuan menentukan algoritma dengan kinerja terbaik dalam mengklasifikasikan sentimen masyarakat.
Adapun penelitian sebelumnya yang dipublikasikan dalam Jurnal JUTIF mengkaji pola respons publik terhadap fenomena mimpi Muhammad Qasim berdasarkan sejumlah karakteristik responden. Aspek yang dianalisis meliputi pengalaman bermimpi, pengetahuan tentang mimpi dalam Islam, kepercayaan terhadap kiamat, pengetahuan tentang ilmu akhir zaman, serta pengetahuan tentang mimpi Muhammad Qasim.
Kedua penelitian tersebut menunjukkan pengembangan kajian berbasis analisis data dan machine learning dalam memahami pola konten digital serta respons masyarakat terhadap fenomena Muhammad Qasim.
