Penelitian tentang Muhammad Qasim dipresentasikan di Konferensi Internasional

YOGYAKARTA — Video tentang Muhammad Qasim bin Abdul Karim, pria asal Pakistan yang dikenal melalui kisah mimpi-mimpinya, menjadi objek penelitian berbasis machine learning yang dipresentasikan dalam International Conference on Informatics and Computing (ICIC) 2026 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).

Penelitian berjudul “Machine Learning-Based Entity Filtering for Muhammad Qasim Videos on YouTube Using the WIJAYA Framework” ini mengangkat persoalan identifikasi konten digital yang berkaitan dengan Muhammad Qasim. Peneliti menemukan bahwa pencarian menggunakan nama Muhammad Qasim di YouTube tidak selalu menghasilkan video yang benar-benar membahas sosok tersebut.

Muhammad Qasim dikenal melalui berbagai cerita tentang mimpi yang ia sampaikan kepada publik. Video-video yang berkaitan dengan dirinya menjadi sumber informasi bagi orang-orang yang ingin mengikuti cerita, penjelasan, dan perkembangan terbaru mengenai pengalaman mimpinya.

Namun, banyaknya konten yang menggunakan nama Muhammad Qasim juga menghadirkan tantangan tersendiri. Hasil pencarian dapat mencakup video tentang orang lain yang memiliki nama serupa, sehingga diperlukan metode untuk membedakan konten yang relevan dari konten yang tidak berkaitan.

Ribuan video ditelusuri melalui 18 kata kunci

Dalam penelitian tersebut, pengumpulan data dilakukan melalui proses scraping video YouTube menggunakan 18 kata kunci yang berkaitan dengan Muhammad Qasim. Kata kunci tersebut mencakup berbagai topik, antara lain mimpi, wawancara, perkembangan terbaru, kritik, analisis, pidato, berita, podcast dan sebagainya.

Dari proses pengumpulan data, peneliti memperoleh 6.626 data video. Setelah data duplikat dihilangkan, jumlahnya menjadi 3.128 data unik. Dari keseluruhan data unik tersebut, sebanyak 2.570 video dikategorikan relevan dengan Muhammad Qasim yang menjadi objek penelitian, sedangkan 558 video lainnya dinilai tidak relevan.

Hasil ini menunjukkan bahwa pencarian berdasarkan nama saja belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah video membahas orang yang tepat. Meski telah melalui proses penghapusan duplikasi, hasil pencarian masih memuat konten yang tidak sesuai dengan sasaran penelitian.

Nama Muhammad Qasim memiliki banyak rujukan

Salah satu tantangan utama penelitian ini adalah ambiguitas nama Muhammad Qasim. Selain merujuk kepada Muhammad Qasim bin Abdul Karim asal Pakistan, hasil pencarian YouTube juga dapat menampilkan konten tentang tokoh lain yang memiliki nama serupa. Di antaranya adalah Muhammad bin Qasim, komandan militer dalam sejarah, serta tokoh-tokoh seperti Muhammad Qasim Nanotvi, Muhammad Qasim Saeedi, Muhammad Qasim Maka dan sebagainya.

Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat yang ingin menemukan video mengenai Muhammad Qasim dan kisah mimpi-mimpinya. Tanpa penyaringan yang memadai, konten mengenai orang lain dapat tercampur dengan informasi yang sebenarnya dicari.

Melalui pendekatan pembelajaran mesin, penelitian ini berupaya membantu proses identifikasi dan penyaringan video berdasarkan relevansinya dengan sosok yang diteliti.

Pembelajaran mesin membantu memilah informasi

Rincian data memperlihatkan bahwa tingkat relevansi hasil pencarian berbeda-beda menurut kata kunci yang digunakan. Sebagai contoh, kata kunci “Muhammad Qasim analysis” menghasilkan 317 data nonduplikat, dengan 175 video dikategorikan tidak relevan. Sementara itu, kata kunci “Muhammad Qasim dreams” menghasilkan 65 data nonduplikat, dengan dua video tidak relevan.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kata kunci yang lebih luas dapat menghasilkan lebih banyak konten yang tidak berkaitan langsung dengan target pencarian. Penyaringan berbasis machine learning diharapkan dapat membantu peneliti dan pengguna menemukan konten yang lebih sesuai dengan identitas Muhammad Qasim bin Abdul Karim.

Dipresentasikan di ICIC 2026

Penelitian ini dipresentasikan dalam ICIC 2026, konferensi yang diselenggarakan oleh oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) bekerja sama dengan IEEE Indonesia Section.

Pengangkatan video Muhammad Qasim sebagai objek penelitian menunjukkan bahwa fenomena yang berkembang di ruang digital dapat dikaji melalui pendekatan teknologi informasi. Dalam konteks ini, perhatian penelitian tertuju pada upaya memastikan bahwa konten yang dihimpun dan dianalisis benar-benar berkaitan dengan sosok yang dimaksud. Bagi masyarakat yang mengikuti kisah Muhammad Qasim, penelitian ini menjadi pengingat akan pentingnya ketelitian dalam menelusuri sumber informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *