Kita adalah Generasi Pilihan yang Dilahirkan di Akhir Zaman
Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS
Rasulullah ﷺ menitipkan salam untuk Nabi Isa AS saat beliau datang.
روى أحمد عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم، أنه قال: إني لأرجو إن طال بي عمر أن ألقى عيسى ابن مريم، فإن عجل بي موت، فمن لقيه منكم فليقرئه مني السلام
Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad ﷺ. Nabi bersabda, “Aku berharap umurku panjang hingga sempat bertemu Isa bin Maryam. Jika tidak sempat, maka siapa yang sempat bertemu dengannya, maka sampaikan salamku kepadanya.” (Hadits Sahih, Musnad Imam Ahmad).
Pembuka
Siklus Bulanan
Setiap siklus menstruasi, ovarium wanita bersiap mematangkan sekitar 15 hingga 20 sel telur (ovum). Namun, dari jumlah tersebut, biasanya hanya 1 hingga 2 sel telur yang mencapai kematangan akhir dan dilepaskan saat masa ovulasi yang sering disebut masa subur pada wanita bila sel telur itu tidak dibuahi sperma akan diserap kembali. Cadangan awal ovum wanita terlahir sekitar 1-2 juta sel telur. Pada masa pubertas menurun drastis menjadi 300.000 hingga 400.000 sel telur. Pada proses bulanan setiap ovarium memicu proses pematangan 1 ovum matang ke tuba falopi agar bisa dibuahi bertemu spermatozoa.
Gamet laki-laki
Pada laki-laki proses pertumbuhan pada sistem hormonal masa puber adalah hormon testosteron meregulasi fungsi reproduksi laki-laki, regulasi testosteron menjaga produktivitas sperma setiap ejakulasi normal berjumlah 250-400 juta spermatozoa. Jumlah ini akan dipertahankan laki-laki sampai lanjut usia. Setiap ejakulasi ratusan juta akan berlomba seperti lomba lari maraton, mereka berlari bersamaan siapa pun yang finish pertama mencapai sel telur menembus zona lapisan pelucida ovum itu adalah “manusia pilihan” sang juara. Pada pertemuan 1 (satu) sel sperma versus 1 (satu) sel ovum akan memicu reaksi sistemik kimia hormonal dengan mengunci aktivitas pembuahan lain. Sisa 249 – 400 sperma mati secara alami. Proses fertilisasi atau pembuahan dilanjutkan secara automatik dan sistem kimia, biologi dan psikologi melalui perkembangan dan pertumbuhan mulai dari segumpal darah, janin, bayi dan proses kelahirannya. Peristiwa unik alami terencana sebagai seleksi Tuhan, manusia yang dilahirkan ke dunia adalah pilihan “manusia dipilih dengan jaminan mutu ketat” membawa pesan ketauhidan, dan Allah Maha Memilih kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (al A’raf; 172). (Mashaallah tabarak allahu ta’ ala).
Generasi Pilihan pada Zamanya
Bila kita membaca al Qur’an, secara detail maka kita menemukan berita-berita zaman, diawali dengan surat al- Fatihah surat pembuka literacy zaman, surat ini menunjukan petunjuk siapa yang berhak dipilih apakah orang-orang yang diberikan nikmat petunjuk jalan Allah ﷻ atau orang yang disesatkan atau orang yang berbuat kerusakan? Kita diajak menekuni dan membaca perjalanan para generasi dari generasi umat Muhammad ﷺ sebagai umat akhir zaman, kemudian generasi umat Isa bin Maryam AS, dan generasi bani Israil yang berasal dari Nabi Israil/ Nabi Yakub AS, Al Qur’an telah mengisyaratkan bahwa generasi pilihan Tuhan pada Bani Israil keluarga Yakub AS dan anak keturunan, Tuhan telah melewatkan mereka berabad-abad bertahan hidup sampai ujung akhir zaman. Bani Israil mewarisi ajaran nubuat pada masanya. Kisah Nabi Ibrahim AS, Ishak AS dan Yakub AS Yusuf AS serta 11 saudara Yusuf AS yang menggenapi keturunan Bani Israil dengan kisah Nabi dan Rasul yang telah dipilih di kalangan Israil, Musa AS, Daud AS, Sulaiman AS, sampai kepada Zakaria AS, Yahya AS dan terakhir Isa putra Maryam AS. Demikian pula Kisah Ismail AS dengan keturunannya sampai Bani Hasyim suku Quraisy sampai Nabi Muhammad ﷺ bin Abdullah Mereka semua adalah keturunan Bapak Ibrahim bin Azar dari Mesopotamia “Irak”.
Bangsa Pilihan Adalah yang Menjauhi kesyirikan
Bangsa bangsa tidak terkecuali dari bani Israil, bani Ismail dan bangsa lainnya yang telah mendiami dunia ini. Mereka bangsa-bangsa telah ditakdirkan Tuhan sebagai saksi diujung hari akhir. Siapa pun dari bangsa manapun yang dipilih sebagai hamba-hamba Allah ﷻ yang mentauhidkan Allah ﷻ dan bersaksi bahwa Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak diperankan, Dia tempat berharap bergantung. Dia tidak ada yang menyamai dan menyerupai-Nya.
Ketika Allah ﷻ menurunkan kembali Isa bin Maryam dari keluarga Imran bani Israil dari jalur Keluarga Efraim bin Yusuf ditugaskan di akhir zaman untuk menyatukan kembali keluarga besar Ibrahim AS, kembali mentauhidkan Allah ﷻ, menjauhi kesyirikan seperti ketika Ibrahim AS dibakar api menyala karena menghancurkan patung-patung Namruz. Ibrahim adalah bapaknya para Nabi pada semua bangsa dari semua jalur dzuriat keturunannya [Sarah, Hajar dan Khantura’]. Menjadikan generasi ini akhir zaman yang Allah ridhoi.
Penutup
Kita adalah bagian dari bangsa yang dilahirkan di ujung zaman diakhir dunia, bangsa yang dipilih selain dari bangsa-bangsa yang telah dimusnahkan Allah ﷻ (Tsamud, Add dan Attlantis, lumuria, atau bangsa lain musnah). Bersykur kepada Allah ﷻ atas karunia yang besar, karena kita adalah manusia pilihan dari seleksi 250-400 juta sel laki-laki, dari 400 ribu sel perempuan. Kita dipilih Allah ﷻ dari orang-orang yang tidak diberikan petunjuk Allah ﷻ. Bersyukur kita dilahirkan di akhir umur dunia di pengujung 1400 tahun setelah Nabi Muhammad ﷺ diutus. Periode ini sangat penting karena manusia akan menjadi saksi semua tanda-tanda nubuat terjadi pada masa ini dan bertemu Nabi Isa bin Maryam, Rasulullah ﷺ sampai berpesan agar menyampaikan salam dari Rasulullah ﷺ kepada Isa AS bila berjumpa.
Wallohu a’lam bissawab
Al Fakir
Tentang Penulis
Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS adalah tokoh kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, Ketua Cabang Yayasan Pondok Pesantren Al Bahjah Kalimantan Timur, Ketua IKA UNPAD Kalimantan Timur, serta Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathan Kalimantan Timur. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan, beliau juga dikenal sebagai pemerhati sosial dan budaya. Di bidang pemerintahan, beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

