Pidato Pertama Muhammad Qasim di Lahore, Pakistan pada Juli 2023:
Mimpi-mimpi ini sudah datang kepadaku sejak kecil. Mimpi pertamaku datang saat aku berusia sekitar lima tahun. Setelah itu, ketika aku berusia 10 atau 11 tahun, aku juga mulai punya keinginan untuk bisa melihat khatamun Nabiyyin, Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpiku. Jadi, aku banyak membaca shalawat dan banyak berdoa kepada Allah ﷻ tapi aku belum mendapat mimpi itu juga, jadi aku pun berhenti. Namun, kira-kira saat aku berusia tiga belas tahun, untuk pertama kalinya aku melihat Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpiku. Mimpi itu sudah pernah aku ceritakan sebelumnya; itu terjadi di lapangan kriket, di mana ada anak-anak lain seumuranku, kami semua sedang bermain kriket. Lalu Allah ﷻ bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ “Dari anak-anak ini, anak mana yang kamu pilih? Tolong tunjukkan pada-Ku”. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ melihat semua anak-anak dan akhirnya beliau melihat ke arahku, lalu menunjuk ke arahku dengan jarinya dan berkata, “Ya Allah, aku memilih anak ini”. Lalu Allah ﷻ berkata, “Baiklah, sekarang mari kita pergi dari sini”. Kemudian keduanya pergi, tapi aku tetap berdiri di sana, berpikir, “Mengapa Nabi Muhammad ﷺ memilihku? Padahal ada anak-anak lain yang lebih baik dariku, tapi mengapa tidak memilih mereka?” Di situlah mimpinya berakhir.
Setelah itu, aku masih mendapat mimpi-mimpi, kadang mimpi hujan turun, kadang ada seseorang yang mengejarku, dan Allah ﷻ menyelamatkanku dari orang itu. Belakangan aku baru tahu bahwa sebenarnya itu adalah Dajjal. Lalu, ketika aku berusia tujuh belas tahun, rangkaian mimpi ini terus berlanjut, maksudnya, mimpi-mimpi ini tidak pernah berhenti sejak saat itu sampai sekarang. Bahkan jika aku tidur hanya 15 atau 20 menit, pasti aku mendapat mimpi, entah itu mimpi kecil atau besar. Jadi, rangkaian mimpi ini masih terus berlanjut sampai hari ini, dan di dalamnya, ada Nabi Muhammad ﷺ dan Allah ﷻ. Sebagian mimpi yang aku alami memang ada kehadiran mereka, dan ada juga mimpi-mimpi lain di mana mereka tidak hadir, lalu mimpi-mimpi itu nantinya menjadi kenyataan. Jadi aku selalu berpikir bahwa janji-janji Allah ﷻ itu nyata. Ada satu mimpi dimana untuk pertama kalinya Allah ﷻ berbicara langsung kepadaku, dan dalam mimpi itu, Allah ﷻ menyebutkan tentang janji-janji-Nya. Mimpi itu aku alami pada tahun 1994. Dalam mimpi itu, Allah ﷻ berkata, “Qasim, janji-janji yang telah Aku buat denganmu, Aku pasti akan menepatinya, dan jika Aku tidak bisa menepati janji-Ku, maka Aku bukanlah Raja seluruh alam semesta.’
Kata-kata Allah ﷻ itu masih aku ingat persis sampai hari ini. Jadi, aku dulu berpikir bahwa janji-janji Allah ﷻ itu hanya sebatas itu saja, yaitu, ada seorang gadis yang sering muncul dalam mimpiku, jadi aku mengira janji Allah ﷻ itu adalah, aku akan menikah dengannya dan semuanya akan berakhir bahagia. Jadi aku sama sekali tidak pernah memikirkan ke arah yang lain, bahwa mimpi-mimpi yang Allah ﷻ tunjukkan kepadaku tentang kiamat—yang bisa dikatakan adalah tanda-tanda besar hari kiamat, Ya’juj dan Ma’juj, Dajjal, Isa Alaihissalam, dan mimpi-mimpi tentang hari kiamat—aku tidak pernah benar-benar memperhatikan mimpi-mimpi itu. Mimpi-mimpi seperti itu aku alami antara tahun 2003 sampai 2005, sangat banyak mimpi tentang Dajjal, Isa Alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tanda-tanda kiamat, Ghazwatul Hind, dan mimpi-mimpi tentang hari kiamat. Aku tidak pernah berpikir bahwa janji-janji Allah ﷻ juga bisa berkaitan dengan hal-hal itu.
Lalu pada tahun 2013, ketika gadis itu meninggalkanku, aku pun benar-benar yakin bahwa aku tidak akan pernah bersatu dengannya. Setelah itu, aku seperti berada dalam situasi mimpi buruk, hanya bisa memegangi kepala dan duduk termenung, merasa bahwa seluruh hidupku sudah sia-sia. Waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Pada Januari 2014, Allah ﷻ memberitahuku dalam mimpi bahwa, “Qasim, Aku telah mengujimu selama dua puluh tahun melalui gadis itu. Aku ingin melihat, apakah kamu termasuk orang yang berputus asa dari rahmat-Ku atau tidak”. Bahkan dalam mimpi itu, aku sempat sedikit mengeluh kepada Allah ﷻ, bertanya, “Mengapa Engkau mengujiku dengan seorang gadis?” Lalu Allah ﷻ berkata, “Qasim, Aku memang harus mengujimu selama bertahun-tahun, bagaimanapun caranya. Sekarang pulanglah ke rumah, istirahat dan nanti, Aku akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya”. Kemudian pada tanggal 20 atau 22 April 2014, untuk pertama kalinya Allah ﷻ berkata padaku, “Qasim, mimpi-mimpi yang telah Aku tunjukkan kepadamu, ceritakan kepada orang-orang. Aku ingin menunjukkan kepada dunia siapa dirimu”.
Jadi ketika aku bangun pagi, aku berkata, “Ini adalah perintah yang sangat aneh yang Allah ﷻ berikan”. Ini adalah perintah yang, maksudku, keluargaku sendiri tidak percaya, lalu bagaimana orang yang bahkan tidak mengenalku bisa percaya pada mimpi-mimpi ini? Namun meskipun demikian, aku berkata; “Aku akan menunggu petunjuk dari Khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ, apa yang akan beliau perintahkan”. Lalu, sekitar 7 atau 10 hari kemudian, beliau juga datang dalam mimpi dan mengatakan hal yang sama, bahwa mimpi-mimpi yang telah Allah ﷻ tunjukkan kepadamu, sampaikan kepada orang-orang. Karena Allah ﷻ dan nabi Muhammad ﷺ telah memberikan perintah yang sama kepadaku, maka aku memang tidak punya pilihan lain. Setelah itu, aku mulai membagikan mimpi-mimpi itu melalui email kepada keluarga dan orang-orang di sekitarku, tapi tidak ada yang percaya padaku. Akhirnya, pada bulan September, aku pun berhenti membagikan mimpi-mimpi itu lewat email.
Lalu pada bulan Oktober 2014, dalam satu mimpi, aku berkata kepada Allah ﷻ, ”Ya Allah, tidak ada seorangpun yang percaya pada mimpi-mimpi ini dan aku hanya membuang-buang waktu saja”. Lalu Allah ﷻ berkata, “Tidak Qasim, ketika Aku berniat melakukan sesuatu, maka Aku pasti akan melakukannya, dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi-Ku”.
Setelah itu, Allah ﷻ memanggil internet dan memerintahkannya, “Sebarkan mimpi-mimpi Qasim ini ke seluruh dunia”. Maka internet pun menyebarkannya ke seluruh dunia. Setelah itu, pada Januari 2015, aku mulai membagikan mimpi-mimpiku secara online.
Pertama-tama, aku sedikit ragu dengan perintah itu, dan pada awal Desember, khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ datang lagi dua kali dalam mimpiku pada malam yang sama dan beliau berkata kepadaku, “Qasim, ceritakan mimpimu kepada orang-orang, untuk menyelamatkan Pakistan dan menyelamatkan Islam”. Jadi, beliau datang lagi pada malam yang sama. Setiap kali khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ datang lagi dalam mimpiku pada malam yang sama, itu berarti aku harus melakukan hal tersebut.
Jadi, pada Januari 2015 aku mulai membagikan mimpi-mimpi itu. Tapi di kolom komentar, aku menerima begitu banyak komentar buruk. Aku pun berpikir, aku tidak memulai membagikan mimpi-mimpi ini untuk menerima hinaan dari orang-orang. Jadi, sampai akhir Januari, aku benar-benar memutuskan bahwa aku akan berhenti membagikan mimpi-mimpi itu. Lalu pada tanggal 8 Februari 2015, dalam mimpi itu, aku melihat khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ, Suara beliau terdengar sangat sedih, seolah-olah, jika saya meninggalkan pekerjaan ini, itu akan menjadi masalah besar bagi beliau. Lalu beliau berkata kepadaku, “Qasim, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah ﷻ dan jangan tinggalkan pekerjaan ini, teruslah melakukannya. Allah ﷻ sedang menolongmu dan kamu sudah sangat dekat dengan takdirmu”. Ketika aku bangun pagi, aku berkata, “Demi Rasulullah Muhammad ﷺ nyawa pun akan aku persembahkan, ini hanya komentar-komentar buruk saja”. Jadi, aku lanjutkan pekerjaan ini, tapi tetap saja di hatiku ada perasaan, “Apa yang akan orang-orang ini lakukan?” Karena komentar-komentar itu memang sangat buruk, bahkan sampai sekarang pun masih ada komentar buruk.
Lalu pada bulan Maret 2015, Allah ﷻ berkata dalam mimpiku, “Qasim, sampai kapan kamu akan terus berada dalam kegelapan ini? Keluarlah dan carilah tempat yang dipenuhi dengan rahmat dan berkah-Ku”. Jadi, aku sangat bahagia karena Allah ﷻ datang untuk mengeluarkanku dari kegelapan ini.
Jadi, ketika aku keluar dari rumah, aku melihat ada 8 atau 10 singa lapar sebesar kerbau yang berkeliaran di sana. Maka aku berlari kembali ke dalam rumah, aku berkata, “Mereka pasti akan memakanku hidup-hidup”. Lalu aku masuk ke dalam dan mengadu kepada Allah ﷻ. Pada saat yang sama, ada tiga anjing yang mulai menyerang dari jendela, tapi ada teralis besi sehingga mereka hanya menabrak teralis itu dan mundur. Kemudian aku berkata kepada Allah ﷻ, ”Ya Allah, di hadapan-Mu mereka menyerangku dan Engkau berkata bahwa singa-singa itu tidak akan melakukan apa-apa padaku”. Lalu Allah ﷻ membunuh mereka, dan kemudian Allah ﷻ berkata kepadaku, “Qasim, lakukan pekerjaan yang telah Aku perintahkan kepadamu, atau tetaplah di dalam kegelapan ini selamanya. Dan percayalah kepada-Ku, Aku akan melindungi dan mengantarmu dengan selamat ke tujuanmu”. Setelah mengatakan itu, Allah ﷻ pergi dari sana.
Saat itu, aku duduk di lantai dekat dinding, menundukkan kepala di atas lututku, dan terus berpikir serta berkata pada diriku sendiri, “Jika aku tetap di sini pun, kematian tetap akan datang menjemputku disini juga. Tapi seperti yang telah Allah ﷻ katakan padaku, bahwa Dia akan melindungiku, maka aku harus percaya kepada Allah ﷻ dan keluar”. Jadi aku keluar dan Allah ﷻ terus melindungiku dan akupun sampai di tempat tujuan. Lalu Allah ﷻ berkata kepadaku, “Qasim, bukankah Aku sudah berkata bahwa Aku akan mengantarmu dengan selamat sampai ke tujuan?” Lalu aku berkata kepada Allah ﷻ, ”Iya, Ya Allah Engkau benar, Engkau telah membuktikan ucapan-Mu”. Jadi di sini aku berkata kepada Allah ﷻ bahwa besok aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku.
Lalu di sini, Allah ﷻ dengan serius berkata kepadaku, “Baiklah Qasim, kalau begitu, setelah itu, Aku juga akan menegakkan hari kiamat”.
Jadi, aku juga sering mendapat mimpi seperti ini, di mana itu adalah hari terakhir sebelum hari kiamat dan aku harus menyelesaikan pekerjaanku, tetapi di setiap mimpi, karena suatu alasan, aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaanku. Namun, Allah ﷻ dengan rahmat-Nya tidak menegakkan kiamat dan memberikan satu hari lagi dan di hari berikutnya itu, aku pun menyelesaikan semua pekerjaanku. Lalu, ketika Allah ﷻ memerintahkanku untuk membagikan mimpi-mimpi itu, aku berpikir, mungkin janji-janji Allah ﷻ itu adalah yang berkaitan dengan akhir zaman yang aku alami, dimana kami bertemu dengan Isa Alaihissalam dan kemudian mimpi-mimpi tentang hari kiamat itu. Aku pun berkata, mungkin janji-janji Allah ﷻ itu adalah yang itu. Tapi tetap saja, ketika aku mulai membagikan mimpi-mimpi itu, aku pikir hanya 2 atau 4 orang saja yang akan percaya, tidak lebih dari itu.
Namun sekarang, aku melihat orang-orang dari seluruh dunia, dengan Rahmat dan Pertolongan Allah ﷻ, tidak hanya percaya pada mimpi-mimpi itu, tapi juga berusaha menyebarkannya, bahkan membuat video dan menyebarkannya lebih luas. Bagiku, ini adalah sebuah mukjizat, mau diakui atau tidak, karena di zaman seperti sekarang ini, ketika semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, hampir tidak ada waktu untuk memperhatikan hal-hal seperti ini. Kami semua, tidak pernah saling mengenal sebelumnya, mereka juga tidak pernah mengenalku, tidak pernah bertemu, tapi tetap saja mereka menyebarkan mimpi-mimpi ini, membuat video, dan dengan cara seperti ini, banyak dari mereka bahkan kehilangan teman-teman mereka sendiri, dan juga mengalami masalah di keluarga mereka.
Namun, dengan pertolongan dan Rahmat Allah ﷻ mereka tetap melanjutkan pekerjaan ini. Jadi, semua ini hanya mungkin terjadi karena bantuan dan Rahmat Allah ﷻ semata. Tanpa pertolongan-Nya, pekerjaan ini sama sekali tidak mungkin dilakukan, apalagi di zaman sekarang yang sangat spesial ini. Bagiku, ini benar-benar sebuah mukjizat dari Allah ﷻ karena aku juga pernah mendapat mimpi antara tahun 2011 sampai 2013, di mana aku sedang berjalan dan aku bertemu dengan orang-orang yang bahkan tahu namaku. Beberapa dari mereka tahu bahwa Allah ﷻ telah memerintahkanku untuk pergi ke suatu tempat, dan mereka juga mengatakan bahwa mereka sudah tahu, aku akan melewati jalan itu suatu hari nanti. Saat itu, dalam mimpi, aku sangat heran dan bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya orang-orang ini yang bahkan tahu namaku, dan sebagian dari mereka tahu ke mana aku akan pergi. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini aku dapatkan ketika aku mulai membagikan mimpi-mimpiku, lalu aku mendapat jawaban bahwa mungkin orang-orang itu adalah kalian, yang aku lihat dalam mimpi dan yang mengenaliku.
Jadi, tadi Anda bertanya apa?
(Tolong ceritakan tentang orang-orang yang membawa gulungan kertas itu).
Ya, Ketika aku mulai membagikan mimpi-mimpiku, maka di dalamnya Allah ﷻ dan Khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ mulai muncul sedikit lebih sering dari biasanya, maksudnya lebih dari rutinitas normal. Ketika Allah ﷻ mulai muncul sedikit lebih sering, di awal saat aku mulai membagikan mimpi-mimpi itu, Khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ juga berkata kepadaku dalam mimpi, “Qasim, sampaikan pesan ini kepada umatku, bahwa siapapun yang membantumu, itu sama saja seperti dia telah membantuku”. Dan setelah itu, dalam beberapa mimpi juga, aku melihat bahwa Allah ﷻ sedang menuliskan nama orang-orang yang menyebarkan mimpi-mimpi ini di awal-awal, di atas kertas emas. Aku juga melihat dalam mimpi bahwa orang-orang terbaik dari umat ini akan menjadi yang pertama percaya pada mimpi-mimpi ini, lalu mimpi-mimpi ini akan menyebar, kemudian orang-orang yang sedikit lebih tinggi derajatnya akan percaya, lalu bahkan orang-orang yang terkait dengan media akan percaya, lalu beberapa politisi, dan seterusnya. Dan dengan cara seperti itu, mimpi-mimpi ini akan menyebar begitu luas sehingga bahkan Kepala Angkatan Darat Pakistan pun akan mengetahui tentang mimpi-mimpi ini dan akan mendengarkannya.
Setelah itu, Khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ akan memberikan kesaksian kepada Kepala Angkatan Darat bahwa, “Qasim tidak berbohong kepada siapapun tentang mimpinya, dan memang akan terjadi persis seperti yang telah Allah ﷻ tunjukkan kepada Qasim dalam mimpinya”. Setelah mendapatkan kesaksian ini, maka banyak mimpi yang akan sangat tersebar di dunia, yang juga berkaitan dengan kemajuan Pakistan dan kejayaan Islam.
(Jika Anda berkenan, bisa ceritakan bagaimana Arsy Allah ﷻ pada hari kiamat itu datang?)
Baik, jadi pada hari kiamat, ketika Allah ﷻ menegakkan kiamat, sebelumnya dalam sebuah mimpi aku pernah bertanya kepada Allah ﷻ, “Ya Allah, bagaimana caranya Engkau akan memanggil kami semua pada hari kiamat dan kami semua akan berlari menuju-Mu?” Lalu Allah ﷻ memberiku sebuah perumpamaan. Allah ﷻ berkata, “Qasim, seperti seekor kucing yang memiliki anak-anak kecil yang masih menyusui. Setelah menyusui anak-anaknya, kucing itu pergi keluar untuk mencari makanan untuk dirinya sendiri dan setelah beberapa jam baru kembali. Selama waktu itu, anak-anaknya terbangun dan ketika mereka melihat diri mereka sendirian, tidak melihat ibu mereka di dekat mereka, mereka merasa takut dan bertanya-tanya, di mana ibu mereka. Lalu ketika kucing itu datang dan memanggil anak-anaknya dari kejauhan, anak-anaknya langsung berlari menuju ibunya, tanpa memperhatikan apakah ada bahaya atau sesuatu yang bisa mencelakakan mereka di jalan. Mereka hanya tahu bahwa ibu mereka memanggil, jadi mereka langsung datang. Begitu pula, pada hari kiamat nanti, ketika Aku memanggil kalian semua, kalian juga akan datang berlari kepada-Ku seperti itu dan akan hadir di hadapan-Ku.”
Jadi, ketika aku melihat dalam mimpiku bahwa Allah ﷻ menegakkan hari kiamat, rasanya seperti aku tumbuh keluar dari tanah, seperti sebuah tanaman yang tumbuh. Aku merasa seolah-olah tumbuh dari bumi dan begitu bangkit, aku sudah tahu bahwa aku harus pergi kepada Allah ﷻ Yang Maha Agung, yaitu harus menghadap-Nya.
Lalu aku berjalan cepat ke sana, seolah-olah Allah ﷻ sudah memberitahuku sebelumnya di mana aku harus berdiri. Jadi aku pergi ke sana dan berdiri di tempat itu, dan di sana khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ sudah berdiri di depan. Jadi, pada hari kiamat, Arsy Allah ﷻ itu punya bayangan, seperti bayangan di waktu sore yang memanjang. Jadi seperti ini: ini adalah bayangan Arsy Allah ﷻ, dan di sini adalah padang Mahsyar, lalu matahari ada di sisi ini dengan ukuran yang sangat besar. Ketika cahayanya datang seperti itu, maka bayangan dari Arsy Allah ﷻ menjadi bayangan yang panjang.
Jadi, yang paling depan adalah Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ yang berdiri di sana. Lalu di belakang beliau adalah umat beliau, kemudian setelah itu Nabi Ibrahim Alaihissalam dan umat beliau, lalu setelah itu semua nabi Allah ﷻ dan umat mereka secara berurutan. Itulah yang aku lihat dalam mimpiku. Jumlah umat Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ sangatlah banyak dibandingkan dengan umat para nabi lainnya.
Jadi, aku berdiri di sana dan bersamaku ada orang-orang yang juga bersamaku di dunia. Lalu kemudian Nabi Muhammad ﷺ datang ke sini untuk bertemu dengan kami. Semua orang yang ada di sana bertemu langsung dengan Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ. Beliau berkata bahwa kalian telah bersama Qasim di dunia dan telah berjuang untuk Islam, maksudnya berkaitan dengan mimpi-mimpi yang datang waktu itu.
Saat itu aku sendiri tidak tahu apa sebenarnya amalan terakhir yang telah kami lakukan sehingga Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ datang menemui kami lebih dulu. Jadi pada saat itu aku tidak mengerti, tapi sekarang aku paham bahwa mungkin itu adalah pekerjaan yang berkaitan dengan kejayaan Islam.
Lalu Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada kami bahwa hari ini Allah ﷻ akan membuat kalian bahagia. Allah ﷻ akan menurunkan Rahmat dan Berkah-Nya kepada kalian.
Jadi seperti itulah yang aku lihat dalam mimpi itu, dan bahkan di dalam mimpi pun aku terus berpikir dan merasa heran, apa sebenarnya yang telah kami lakukan di dunia sehingga Penutup Para Nabi Muhammad ﷺ datang menemui kami.
Selain itu, ada juga banyak mimpi lain. Di dalamnya ada sebuah area di mana semua orang kafir berdiri dan leher mereka terbelenggu, seluruh tubuh mereka terikat rantai. Hari itu terasa sangat berat bagi mereka, tidak ada tempat berteduh untuk mereka, dan tanah pun terasa panas membakar mereka. Mereka benar-benar merasakan panas yang menyengat dari tanah.
Perang Ghazwatul Hind dan India ini, aku sudah sering melihatnya dalam mimpiku. Sebenarnya perang ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan atau kita cari sendiri. Pada dasarnya perang ini dipaksakan kepada kita. Maksudnya, di Pakistan saat itu, dengan Rahmat Allah ﷻ, Pakistan sedang berkembang dan Rahmat serta berkah Allah ﷻ sedang turun kepada Pakistan. Jadi kita sama sekali tidak punya kebutuhan untuk pergi dan memulai perang dengan siapa pun.
Sekarang yang terjadi adalah, di Timur Tengah, perang-perang yang sedang berlangsung di sana, di mana Turki dan negara-negara Arab benar-benar hancur lebur, maka yang kita lakukan adalah berusaha membawa sebanyak mungkin Muslim dari sana ke Pakistan.
Sebelum itu, aku ingin sedikit menjelaskan bahwa ketika Kepala Angkatan Darat mendapat kesaksian tentang mimpi-mimpiku, maka pihak militer pun menjadi yakin bahwa Pakistan, di akhir zaman dan dalam peristiwa-peristiwa besar yang akan datang, akan memainkan peran yang sangat penting. Jadi dalam kaitan itu kemudian terjadi reformasi di Pakistan yang bisa Anda sebut sebagai sistem presidensial Islam. Dengan cara seperti itu sistemnya berubah.
Dan untuk pertanyaan kedua yang Anda ajukan, Allah ﷻ telah menunjukkan kepadaku dalam mimpi bahwa selama kita belum membersihkan Pakistan dari syirik dan segala bentuknya, maka pertolongan Allah ﷻ tidak akan datang.
Sekarang yang terjadi adalah, setiap kali kita membuat rencana apa pun, pertolongan Allah ﷻ tidak bersama kita karena syirik itu sudah tersebar di mana-mana di Pakistan. Sekarang, syirik itu bukan hanya berarti menyekutukan Allah ﷻ dengan sesuatu yang lain. Patung-patung, berhala-berhala, dekorasi yang dibuat atas nama seni dan budaya, serta gambar-gambar besar yang kita pajang di papan reklame, semua benda fisik ini yang bisa Anda lihat di mana-mana, itu juga merupakan bentuk syirik.
Sekarang, di Mekkah, di Ka’bah itu sendiri, dulu ada 360 berhala yang diletakkan di sana. Jadi apakah itu berhala-berhala yang dulu atau berhala-berhala yang dibuat di zaman sekarang atas nama seni dan budaya, semuanya sama saja. Keberadaan atau eksistensi mereka itu tetap sama. Hanya bentuknya saja yang berbeda, tidak ada perbedaan lain.
Jika Anda lihat, di zaman sekarang, dari satu kota saja, Anda bisa menemukan lebih dari 360 patung seperti itu. Jadi hal-hal seperti ini semuanya hanya berbeda dalam bentuk saja. Sekarang, Nabi Ibrahim Alaihissalam menghancurkan berhala-berhala itu. Sebenarnya Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak punya keperluan pribadi untuk melakukannya, tapi beliau tetap menghancurkannya karena itu adalah perintah Allah ﷻ. Beliau harus membersihkan tanah itu dari kesyirikan, dan itu hanya bisa terjadi jika berhala-berhala dihancurkan, patung-patung dihilangkan, dan gambar-gambar dihapuskan.
Sekarang, saya tidak mengatakan di sini bahwa orang-orang harus keluar dan menghancurkan sendiri. Ini adalah tugas pemerintah, dan sebaiknya memang pemerintah yang melakukannya. Pemerintah juga yang seharusnya membuat aturan. Misalnya, siapa pun yang menyimpan patung di tokonya atau memasang gambar-gambar yang tidak dibutuhkan, maka dia akan didenda atau dikenai sanksi sesuai aturan.
Jadi ketika Kepala Angkatan Darat mendapatkan kesaksian, setelah itu Pakistan dibersihkan dari syirik dan segala bentuknya, lalu pertolongan Allah ﷻ datang. Rencana-rencana yang kita buat pun mendapat bantuan dari Allah ﷻ, sehingga Pakistan berkembang dengan pesat.
Namun di sisi lain, negara-negara Arab justru mengalami kehancuran, sementara Pakistan terus maju dan berkembang. Hal ini tidak bisa diterima oleh India, sehingga mereka mulai menyerang Pakistan.
Pada saat itu, Allah ﷻ kemudian mengirimkan 3000 jet tempur berwarna hitam dan ketika India melihat jet-jet tempur itu, mereka bahkan tidak berani menyerang Pakistan sendirian. Karena Pakistan sedang berkembang, negara-negara lain di dunia pun mulai merasa takut bahwa jika mereka tidak menghentikan Pakistan, suatu hari nanti Pakistan akan memerintah mereka. Karena mereka sudah menghancurkan negara-negara Arab, maka mereka pun bersekutu dengan India dan memaksakan perang besar terhadap Pakistan yang disebut sebagai Ghazwatul Hind. Dalam mimpi yang aku lihat, mungkin ada seratus bendera, seratus negara yang semuanya bersatu melawan Pakistan. Jadi selama masa ini, populasi Pakistan juga bertambah karena orang-orang mulai menyadari bahwa ini adalah akhir zaman dan saat-saat Ghazwatul Hind akan tiba. Namun meskipun begitu, di antara sebagian Muslim yang tinggal di Pakistan tetap ada rasa takut apakah Pakistan akan selamat atau tidak karena jumlah musuh sangat besar. Tapi Allah ﷻ tetap membantu Pakistan. Dalam perang ini, Khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ sendiri secara fisik ikut serta dan hadir dalam perang tersebut, namun hanya pemimpin saat itu atau beberapa orang terdekat saja yang tahu bahwa beliau ﷺ juga ikut dalam perang ini. Dalam mimpi yang aku lihat, kerugian Pakistan tidak lebih dari sepuluh persen dalam perang ini. Ketika perang dimulai, Allah ﷻ memberikan pertolongan dan Pakistan berhasil mengalahkan India. Dalam mimpi yang aku lihat, kehancurannya sangat besar, sekitar delapan ratus juta orang terbunuh dan sebagian besar dari mereka adalah orang India. Setelah itu aku melihat bahwa para wanita, anak-anak, dan orang tua dalam jumlah jutaan selamat dari perang tersebut. Dalam perang ini pun, kami mengikuti prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam perang, yaitu tidak membunuh anak-anak, orang tua, dan wanita, sehingga mereka selamat. Kemudian mereka mengirim pesan kepada Pakistan, meminta perlindungan. Lalu pemerintah mengumumkan bahwa setiap pria boleh menikah dua, tiga atau empat orang dan memberikan perlindungan kepada para wanita tersebut. Setelah itu, Pakistan pergi ke Timur Tengah dengan jet-jet tempur berwarna hitam dan mengalahkan Rusia serta Amerika di sana. Pakistan pun menjadi satu-satunya negara superpower di dunia.
Dalam mimpi yang aku lihat, ketika kami hendak pergi ke Eropa, mereka langsung mengangkat tangan menyerah dan tidak mau berperang, mereka berkata, “Silakan datang dan pimpin kami.” Lalu ketika Pakistan menyebarkan Islam sejati Nabi Muhammad ﷺ ke seluruh dunia, dunia pun dipenuhi dengan kedamaian. Tapi awalnya itu semua akan dimulai dari Pakistan. Beberapa tahun setelah itu, Dajjal muncul, lalu terjadi perang besar dengannya di mana sekitar 2 sampai 2,5 miliar orang terbunuh dan sebagian besar dari mereka adalah Muslim. Setelah itu Nabi Isa Alaihissalam datang.
Dalam mimpiku, ketika Dajjal datang, Allah ﷻ memerintahkan beberapa orang untuk dibawa ke gunung dan disembunyikan di sana. Ada sebuah gunung yang di dalamnya sudah dipahat, ada bangunan lengkap di dalamnya, semua fasilitas tersedia untuk tinggal, makanan pun sudah diatur, dan mereka tinggal di sana. Aku berkata kepada mereka, “Kalian harus tetap di sini sampai aku kembali.”
Lalu ketika aku kembali, aku menaikkan mereka ke dalam kereta, dan saat kami sedang dalam perjalanan dengan kereta itu, Ya’juj dan Ma’juj menyerang kereta kami di tengah jalan. Tapi Allah ﷻ menyelamatkan kami dari Ya’juj dan Ma’juj, dan akhirnya kami sampai kepada Nabi Isa ‘alaihissalam dan mulai tinggal bersama beliau.
Setelah itu, datanglah suatu penyakit yang dalam 2 sampai 3 minggu membuat semua Muslim meninggal dan kembali kepada Allah ﷻ. Setelah itu, setan pun muncul dalam wujud manusia, dan orang-orang kafir, yaitu orang-orang terburuk dalam sejarah manusia, tetap ada. Ketika Nabi Isa ‘alaihissalam datang, di satu sisi ada orang-orang terbaik dari umat ini, dan di sisi lain ada orang-orang terburuk dalam sejarah manusia.
Setelah Muslim tiada, setan datang dalam wujud manusia dan menyesatkan mereka. Kepada orang-orang terburuk inilah Allah ﷻ akan menegakkan kiamat. Begitulah yang aku lihat dalam mimpi.
Adapun mimpi terbaru yang aku lihat tiga hari lalu, itu juga tentang jet tempur berwarna hitam. Dalam mimpi itu, perubahan sudah terjadi di Pakistan dan Pakistan mulai berkembang. Lalu tiga jet tempur berwarna hitam datang, dan salah satunya pergi ke India untuk melakukan serangan. Maksudnya, kita ingin sejak awal India diberi tekanan dengan memanfaatkan jet-jet ini, maka satu jet tempur dikirim.
Tapi India menjadi siaga dan mereka juga menerbangkan banyak jet tempur mereka sendiri. Jet tempur itu kemudian berhenti di udara lalu menunggu. Karena jumlah jet mereka lebih banyak, akhirnya jet itu kembali. Ketika jet itu kembali, India pun seperti biasa setelah “memenangkan” situasi melawan Pakistan, mulai membuat keributan dan kegaduhan.
Jet-jet mereka juga melakukan aksi-aksi seolah-olah menunjukkan bahwa mereka telah mengusir jet tempur kita. Tapi jet tempur itu, setelah kembali, terbang sangat rendah—benar-benar rendah. Ini pertama kalinya aku melihat jet tempur bisa berhenti di udara dan terbang sangat rendah. Biasanya jet tempur militer tidak terbang serendah itu di atas pemukiman, tapi jet itu melakukannya.
Aku pun berpikir ini teknologi yang luar biasa, bukan hanya pada jetnya, tapi juga para pilotnya. Lalu perlahan-lahan jet itu masuk ke wilayah India dan menembakkan dua misil: satu ke pangkalan militer India dan satu lagi ke pangkalan udara. Kedua pangkalan itu hancur, lalu jet itu kembali ke markasnya di Pakistan tanpa India menyadari bahwa ada yang datang lalu pergi.
Aku juga melihat bahwa ketika jet itu terbang sangat rendah, radar pun tidak bisa mendeteksinya. Bahkan saat berada di ketinggian, radar mereka tidak mampu mendeteksi posisi jet tersebut. Mereka hanya menerima sinyal bahwa ada perangkat atau pesawat musuh masuk, tetapi tidak tahu lokasinya. Dengan cara seperti itulah pesawat itu kembali. Kemudian para pilot jet tempur hitam itu datang, dan kami berbicara dengan mereka. Di situ mimpi itu berakhir.
Ini adalah mimpi terbaruku.
Akhir-akhir ini aku juga sering bermimpi tentang Imran Khan. Tapi satu hal yang pasti, selama negara ini belum dibersihkan dari syirik dan segala bentuknya, negara ini akan terus terpuruk. Orang-orang sering bertanya padaku, dan aku selalu menjawab bahwa selama kita belum membersihkan negara ini dari syirik, pertolongan Allah ﷻ tidak akan datang. Jika pertolongan Allah ﷻ tidak datang, itu artinya negara ini akan terus terpuruk.
Jadi yang aku rasakan, meskipun aku sebenarnya tidak ingin mengatakannya, tapi aku merasa bahwa di negara ini akan muncul lebih banyak masalah lagi—ekonomi, dolar, dan meskipun stabilitas politik tercapai, aku tetap tidak merasa ekonomi akan membaik. Jadi mimpi-mimpi yang ada tentang Nawaz Sharif pun tidak akan terwujud dan Pakistan tidak akan kembali baik. Tapi semoga Allah ﷻ memberi kebaikan, aku hanya bisa berkata semoga Allah ﷻ menolong Pakistan, insya Allah.
Namun, seiring meluasnya mimpi-mimpi itu, kesadaran masyarakat tentang syirik dan bentuknya juga akan meningkat, sehingga orang-orang akan lebih berhati-hati menjaga diri mereka. Jika kita mulai berusaha menjauhi syirik, Allah ﷻ akan menyukai usaha itu juga.
Banyak orang membicarakanku, mereka berkata aku tidak punya janggut, aku juga tidak shalat, dan sebagainya. Tapi Allah ﷻ telah memberitahuku berkali-kali dalam mimpi bahwa pada hari kiamat Allah ﷻ akan mengampuni semua dosa, tapi syirik tidak akan pernah diampuni. Namun, bukan berarti aku mengatakan bahwa kita tidak perlu shalat atau tidak perlu memelihara janggut. Kita tetap harus melakukannya. Allah ﷻ juga mengatakan kepadaku dalam mimpi bahwa soal shalat, hanya Allah ﷻ saja yang berhak bertanya kepada seseorang, karena shalat itu hanya dilakukan untuk Allah ﷻ, bukan untuk siapa pun yang lain. Jadi jelas, hanya Allah ﷻ yang berhak bertanya tentang shalat kita. Allah ﷻ berkata padaku dalam mimpi bahwa hanya Allah ﷻ yang bisa bertanya kepada seseorang apakah dia shalat atau tidak. Dan jika ada orang yang terlalu sering menegurmu atau memaksamu, katakan saja bahwa ketika Allah ﷻ memberiku petunjuk, aku juga akan mulai shalat. Jadi seperti itulah Allah ﷻ menyampaikan kepadaku dalam mimpi.
Allah ﷻ juga sering mengatakan kepadaku dalam mimpi bahwa, “Qasim, Aku membantumu hanya karena kamu sudah mulai menjaga dirimu dari syirik dan segala bentuknya”. Artinya, aku juga baru mulai menjaga diri, belum sepenuhnya. Bahkan sekarang mungkin masih ada gambar di rumahku, karena hampir semua barang yang kita beli biasanya ada gambarnya. Jadi sangat sulit. Awalnya aku pikir ketika Allah ﷻ mengajariku tentang bentuk-bentuk syirik itu tidak terlalu sulit, tapi ketika Allah ﷻ mulai mengajarkan lebih dalam, aku baru sadar, “Oh, ini syirik, itu juga syirik”. Lalu aku berpikir ternyata syirik ada di mana-mana, kita semua hidup dalam kesyirikan. Setelah berusaha keras, aku mencoba menghilangkan semuanya dari rumah, tapi setiap hari pasti ada saja barang baru yang masuk. Aku bahkan menyiapkan cat semprot, jadi jika ada barang yang harus disimpan lama dan ada gambarnya, aku akan semprot dengan cat itu. Usahaku itu ternyata disukai Allah ﷻ.
Sampai sekarang pun aku belum bisa sepenuhnya, tapi jika seluruh rakyat Pakistan, coba lihat, pada tahun 2015 aku benar-benar sendirian, tidak ada yang mengenalku. Bahkan dalam mimpi-mimpi lamaku, aku melihat orang-orang mengenalku dan aku sangat heran, “Bagaimana orang-orang ini bisa mengenalku? Aku jarang keluar rumah, aku bukan orang yang bermasyarakat, bukan selebriti, bukan dokter atau insinyur yang sudah dikenal orang”. Jadi itu menjadi pertanyaan besar bagiku, bagaimana orang-orang bisa mengenalku.
Pada tahun 2015 bisa dikatakan aku benar-benar nol, benar-benar sendirian. Kalau pun ada teman atau kenalan, mungkin hanya sesekali saja bertemu dengan mereka. Lalu ketika Allah ﷻ memerintahkan untuk membagikan mimpi-mimpiku, itu sebenarnya adalah pertolongan dari Allah ﷻ. Dan Allah ﷻ menolongku karena aku mulai menjauhkan diri dari syirik dan segala bentuknya. Maka Allah ﷻ pun menolongku.
Sekarang, Anda bisa lihat sendiri, orang-orang dari seluruh dunia percaya pada mimpi ini dan mereka juga ikut menyebarkannya. Jadi, jika satu orang saja menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya, maka Allah ﷻ akan menolongnya sedemikian rupa sehingga orang-orang di seluruh dunia pun mulai membantunya. Jadi, jika kita, 22 juta penduduk, semua mulai menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya, maka bayangkanlah bantuan Allah ﷻ yang akan datang. Mungkin bukan dalam hitungan tahun, tapi dalam hitungan bulan saja, bangsa ini akan mulai bangkit. Jadi, aku hanya ingin menyampaikan pesan ini: “Janganlah menilai aku dari penampilan fisikku, tapi fokuslah pada pesan ini bahwa Allah ﷻ telah memberitahuku dalam sebuah mimpi, ‘Qasim, dunia ini belum pernah dipenuhi kesyirikan sebanyak seperti sekarang ini’.” Jadi ketika Allah ﷻ mengajarkan dan memberitahuku apa itu syirik, ternyata di mana-mana hanya ada syirik. Ketika kita menonton film, Allah ﷻ berfirman bahwa Allah ﷻ adalah Tuhan seluruh alam semesta, Tuhan semua dunia. Jadi film itu sendiri juga merupakan sebuah dunia. Memang itu hanyalah cerita fiktif yang diciptakan, tetapi pencipta atau “tuhan” dari dunia itu pun hanya bisa Allah, Rabbul ‘Alamin. Jadi sekarang, jika kita lihat film-film India, mereka bahkan memulai dengan menampilkan gambar dewa palsu mereka, dan di dalam film juga mereka menunjukkan bahwa dewa palsu itu membantu sang pahlawan sehingga dia berhasil. Lalu cerita itu kita bagikan lagi ke teman-teman kita. Meskipun kita tidak benar-benar mempercayainya dalam hati, tapi kita tetap menceritakan film itu. Artinya, sampai batas tertentu kita “percaya” bahwa cerita film itu benar. Naudzubillah, seolah-olah dewa palsu itu benar-benar membantunya. Jadi secara tidak langsung kita mengakui keberadaan dewa palsu itu. Kita menginformasikan hal itu, makanya kita terus membagikannya. Kalau tidak, kita tidak akan membagikannya sama sekali. Artinya, syirik ini sudah sangat meresap di kalangan umat Muslim.
Ada seorang saudara bernama Salat dari Amerika yang pergi umrah, lalu aku berkata kepadanya, coba perhatikan apakah hal seperti ini juga ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Lalu dia melihat seseorang memakai kaos dengan gambar singa besar di bagian belakangnya dan orang itu sedang duduk di Masjid Nabawi untuk shalat. Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa di tempat yang ada gambar, malaikat rahmat Allah ﷻ tidak akan datang. Jadi karena satu orang itu, malaikat rahmat Allah ﷻ pun tertahan untuk orang-orang lainnya juga. Sekarang ada peristiwa ketika Nabi Muhammad ﷺ kembali ke rumah, beliau melihat ada tirai di jendela yang bergambar seekor burung. Maka Rasulullah ﷺ dengan marah menurunkan tirai itu dan melemparkannya, lalu beliau berkata kepada Aisyah Radhiyallahu ‘anha agar tidak lagi membawa benda seperti itu ke dalam rumahnya. Padahal itu hanya sebuah sketsa, namun beliau tetap menurunkannya dan membuangnya. Jadi patung-patung dan hal-hal seperti itu adalah perkara yang jauh lebih besar. Maka kita harus selalu menjaga diri dari syirik dan segala bentuknya dalam keadaan apapun.
(Kapan waktu yang benar-benar tepat untuk hijrah ke Pakistan? Dan tentang mimpi Dukhan)
Dukhan itu bukan kabut asap. Aku pernah melihat dalam mimpi badai debu di wilayah Palestina karena ledakan di dasar sebuah gedung, dan menyebar ke seluruh negara Arab. Debunya sangat tebal hingga cahaya matahari tidak mencapai bumi. Mimpi itu mungkin bersifat simbolis yang mewakili Perang Dunia Ketiga. wallahu a‘lam.
Waktu yang tepat untuk datang ke Pakistan adalah ketika kalian melihat mimpi-mimpi mulai banyak tersebar di kalangan orang-orang Pakistan, dan ketika kondisi di Pakistan mulai membaik. Insya Allah, ketika syirik dan bentuk-bentuknya mulai disingkirkan secara perlahan, maka pertolongan Allah ﷻ akan datang ke Pakistan. Namun saat ini kondisi masih belum baik, jadi akan sulit bagi kalian untuk tinggal di sini. Ketika situasi sudah membaik, kalian bisa datang ke Pakistan, insya Allah.
Untuk pertemuan Zoom, kami membicarakan tentang syirik dan bentuk-bentuknya, dan aku menceritakan tentang bagaimana mimpi itu datang dan bagaimana Allah ﷻ membantu kita. Kami juga berbicara tentang Ghazwatul Hind, situasi terkini, dan aku berbagi mimpi terbaruku tentang jet-jet tempur hitam. Hasil pertemuan ini telah diterjemahkan oleh saudara Talha, jadi insya Allah akan dibagikan, insya Allah.
(Baiklah, Zeeshan, pertanyaan pertama Anda, apakah ada sesuatu yang ingin ditanyakan? Assalamualaikum Saudara Qasim. Pertanyaan saya adalah, seperti yang Anda lihat, dalam hal ini Kepala Angkatan Darat muncul dalam mimpi Anda bersama Nabi Muhammad ﷺ, dan kemudian setelah itu beliau bertemu dengan Anda, dan Anda melakukan banyak diskusi dengan mereka. Pertanyaan saya di sini adalah, apakah mereka pernah memberitahu Anda strategi tertentu tentang langkah-langkah apa saja yang harus diambil terlebih dahulu dan langkah-langkah apa yang diambil setelahnya dalam rangka melakukan reformasi di Pakistan? Terima kasih banyak. Wa’alaikumsalam.)
Ketika Kepala Angkatan Darat mendapatkan kesaksian, maka militer pun menjadi yakin bahwa dalam peristiwa-peristiwa yang akan datang, Pakistan harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Untuk itu, hal yang paling penting adalah ekonomi Pakistan harus stabil terlebih dahulu. Jika ekonomi tidak berkembang secara signifikan, hal-hal ini juga tidak akan terjadi. Bahkan dalam salah satu mimpiku, aku juga melihat Angkatan Darat Pakistan seharusnya menggandakan jumlah personilnya agar dapat menangani peristiwa yang akan datang dengan lebih mudah.
Jadi selain tentang syirik, dalam banyak mimpiku aku juga mendapat petunjuk tentang apa yang seharusnya dilakukan. Pertama-tama, seperti yang aku lihat dalam mimpi, kita harus membuat masyarakat golongan bawah, yaitu golongan miskin, menjadi sejahtera. Ketika kesejahteraan tercapai di tingkat bawah, dampaknya akan dirasakan hingga ke atas.
Aku juga telah diperlihatkan dalam mimpi bagaimana kita dapat mengembangkan jalan dan sistem pembuangan limbah yang lebih efisien. Apa yang aku lihat dalam mimpi lamaku, bahwa kita akan membangun sebuah sistem ekonomi yang bahkan negara-negara Eropa dan Amerika pun akan terkejut dengan sistem seperti itu. Mereka bertanya, sistem apa yang mereka buat? Bahkan sistem kesehatan yang saya lihat dalam mimpi, kita memasang menara-menara seperti menara jaringan seluler. Jadi menara-menara itu memindai orang-orang untuk mendeteksi apakah ada penyakit yang sedang berkembang tanpa mereka sadari, karena seringkali orang tidak tahu sampai gejalanya muncul. Namun, menara-menara itu bisa mendeteksi penyakit bahkan sebelum gejalanya muncul, dan mereka langsung memberikan peringatan di tahap awal untuk menangkap penyakit tersebut.
Dan selain itu, di sekitar jalan-jalan juga ada mesin-mesin seperti… bisa dikatakan seperti asap, tapi bukan asap yang keluar, melainkan sesuatu yang bisa membunuh virus dan bakteri di sekitarnya. Karena berdasarkan penelitian, sebagian besar virus dan bakteri yang menyebar saat ini biasanya berpindah melalui jalan-jalan dan tempat-tempat seperti itu karena orang-orang lewat di sana. Jadi alat itu digunakan untuk tujuan tersebut. Dengan cara seperti itu, mereka masuk ke saluran pembuangan, dan saya telah melihat sendiri bahwa di Pakistan ada begitu banyak kemakmuran sehingga Anda hampir tidak menemukan orang miskin atau seseorang yang benar-benar membutuhkan makanan atau hal-hal seperti itu. Begitu banyak rahmat dan berkah dari Allah ﷻ yang saya saksikan, tetapi semua ini hanya terjadi ketika kita mulai melindungi diri kita dari syirik dan segala bentuknya.
Dalam Surah Saba, Allah ﷻ menyebutkan sebuah kaum yang sangat makmur dalam segala hal dan tidak ada keburukan di antara mereka; semuanya adalah orang-orang saleh dan tidak ada satupun keburukan di antara mereka. Maka Allah ﷻ telah memberikan mereka dua kebun yang berbuah lebat, dan mereka menjual hasil kebun itu untuk menjalankan perekonomian mereka, dan seluruh kemakmuran yang mereka miliki berasal dari kebun-kebun tersebut. Namun perlahan-lahan mereka mulai berkata bahwa kebun-kebun ini, hasil buah-buahan ini, adalah karena usaha dan kerja keras mereka sendiri. Maka Allah ﷻ membuat buah-buahan itu menjadi tidak berguna, dan kemudian Allah ﷻ bertanya kepada kaum itu, “Sekarang pun kalian bekerja sekeras dulu, tapi mengapa sekarang buah-buahan itu tidak tumbuh seperti dulu, sehingga kalian bisa menjualnya atau memakannya?” Maksud dari cerita ini adalah ketika mereka mengalihkan tawakal dari Allah ﷻ dan mulai mengandalkan kekuatan dan usaha mereka sendiri, ini juga merupakan salah satu bentuk syirik, yaitu bertawakal kepada selain Allah ﷻ. Jadi selama kita tidak menjaga diri dari syirik dan berbagai bentuknya, lupakan saja bahwa Allah ﷻ akan menolong kita.
(Orang-orang mengatakan bahwa mereka memberikan prioritas utama kepada Allah ﷻ, tetapi perbuatan mereka tidak mencerminkan prioritas utama seperti yang seharusnya menjadi hak Allah ﷻ. Mengapa demikian? Apa maksudnya? Orang juga melakukan syirik melalui ucapan; mereka mengatakan bahwa mereka mengutamakan Allah ﷻ tetapi ketika bertindak mereka tidak mengutamakan-Nya, melainkan lebih mengutamakan diri sendiri.)
Menurutku, seperti yang juga dikatakan oleh saudara Irfan, hal ini termasuk dalam kategori ketidaktaatan atau maksiat, bukan syirik. Karena syirik itu adalah sesuatu seperti, misalnya, gambar-gambar. Seperti jika seseorang mengatakan kepada orang lain bahwa “dialah satu-satunya harapan”, maksudnya dialah harapan terakhir kita, maka perkataan seperti ini akan masuk dalam kategori syirik. Kita sebaiknya tidak mengatakan perkataan seperti itu, karena kita adalah manusia, dan manusia kadang-kadang bisa lalai, tetapi niatnya bukan untuk, naudzubillah, melakukan kesyirikan. Seperti aku juga, aku ini tipe orang yang malas dan lamban. Jadi sekarang, aku juga kadang melakukan hal-hal seperti itu, misalnya aku juga tertidur sehingga tidak bisa shalat tepat waktu setelah azan. Hal-hal seperti ini memang termasuk dalam ketidaktaatan, seperti yang dikatakan oleh saudara Irfan, tetapi ini tidak termasuk dalam kategori syirik. Yang termasuk dalam kategori syirik adalah hal-hal seperti kesombongan yang berlebihan dan mengatakan tentang seseorang bahwa dia adalah satu-satunya harapan terakhir. Hal-hal seperti inilah yang termasuk dalam kategori syirik. Misalnya, aku pernah bermimpi di mana Allah ﷻ berkata padaku bahwa ketika kamu berjalan, jangan berjalan dengan sombong, tetapi berjalanlah dengan rendah hati dan tundukkan kepalamu saat berjalan. Setelah itu, aku mulai berjalan dengan penuh kerendahan hati, menundukkan kepalaku saat berjalan. Lalu seseorang bertanya, “Kenapa kamu selalu berjalan dengan menundukkan kepalamu?”
Lalu, dalam mimpi yang lain, khatamun Nabiyyin Muhammad ﷺ berkata padaku, “Qasim, tundukkanlah kepalamu saat berjalan dengan niat bahwa jika aku bukan manusia dan tidak harus melakukan pekerjaan dunia atau beribadah, maka aku akan selalu bersujud di hadapan Allah ﷻ. Maka berjalanlah dengan menundukkan kepala dengan niat seperti itu.”
Jadi, ini berarti bahwa hal-hal tersebut termasuk dalam kategori maksiat, karena manusia diciptakan sangat lemah. Aku sendiri juga bahkan hingga saat ini. Sebelumnya aku berpikir pada waktu itu, ketika aku masih menunggu janji-janji Allah ﷻ, pernah juga terlintas dalam hatiku, apakah janji-janji Allah ﷻ benar-benar akan dipenuhi atau tidak. Lalu, aku mendapat mimpi di mana Allah ﷻ memenuhi semua janji-janji-Nya dan Allah ﷻ berkata, “Qasim, apakah kamu punya keluhan atau keberatan terhadap-Ku? Aku telah memenuhi semua janji-janji-Ku.” Lalu aku berkata, “Ya Allah, izinkan aku membunuh satu orang saja.” Lalu Allah ﷻ, yang Maha Mengetahui, langsung datang kepadaku dengan cepat. Bukan berarti Allah ﷻ tidak tahu siapa yang ingin aku bunuh, Allah ﷻ tahu, tapi Allah ﷻ tetap datang dengan cepat dan berkata, “Qasim, ada apa? Siapa yang ingin kamu bunuh?” Lalu aku berkata kepada Allah ﷻ, “Ya Allah, aku ingin membunuh diriku sendiri karena aku selalu meragukan janji-janji-Mu.” Maka Allah ﷻ menjawab, “Qasim, Aku telah menciptakan manusia sangat lemah, jadi berhentilah memikirkan hal-hal seperti itu. Ayo, Aku akan meninggalkanmu di rumah.” Jadi, Allah ﷻ memang telah menciptakan manusia itu sangat lemah. Jadi hal-hal ini bisa termasuk dalam ketidaktaatan atau kemaksiatan, tapi bukan dalam kesyirikan, karena Allah ﷻ memang menciptakan manusia itu lemah. Manusia itu benar-benar sangat lemah.
(Pertanyaan selanjutnya, apakah Muhammad Qasim mempunyai rencana untuk mengunjungi negara-negara lain? Apakah bisa datang ke Indonesia tahun ini? Dari Goning)
Aku selalu berharap bisa menjadi seperti kalian. Ini serius. Ketika aku melihat kalian, aku berpikir, jika Allah ﷻ menjadikanku seperti kalian dan aku bisa pergi serta bertemu dengan orang-orang di kota yang berbeda, negara yang berbeda, namun Allah ﷻ menjadikanku seperti ini. Jadi aku punya rencana untuk mengunjungi kota-kota lain, mengunjungi negara-negara lain, tapi aku orang yang malas, dan aku sangat malas. Jadi mari kita lihat, ketika Allah ﷻ memenuhi keinginan itu, insya Allah aku akan berkunjung ke Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan negara-negara lainnya. Insya Allah.
(Pertanyaan nomor delapan. Apakah saudara Qasim pernah melihat mimpi tentang Tabut e Sakinah?)
“Apa, Tabut Sakinah? Tabut Sakinah, aku akan menjawab dalam bahasa Inggris.”
Sebenarnya, aku tidak pernah melihat mimpi seperti ini. Apakah Tabut e Sakinah adalah sebuah kotak atau peti… peti besar? Tidak… Aku tidak pernah melihat mimpi seperti itu.

