Dunia Menunggu Kembalinya Nabi Isa AS Menguatkan Misi Risalah Nabi Muhammad

Dunia Menunggu Kembalinya Nabi Isa AS Menguatkan Misi Risalah Nabi Muhammad ﷺ

Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS

Allah ﷻ menerangkan dalam Surat Az-Zukhruf ayat 61:

وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah (petunjuk)-Ku. Ini adalah jalan yang lurus. (QS.43: 61)

Rasulullah ﷺ menitipkan salam untuk Nabi Isa AS saat beliau datang.

روى أحمد عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم، أنه قال: إني لأرجو إن طال بي عمر أن ألقى عيسى ابن مريم، فإن عجل بي موت، فمن لقيه منكم فليقرئه مني السلام

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad ﷺ. Nabi bersabda, “Aku berharap umurku panjang hingga sempat bertemu Isa bin Maryam. Jika tidak sempat, maka siapa yang sempat bertemu dengannya, maka sampaikan salamku kepadanya.” (Hadits Sahih, Musnad Imam Ahmad).

Ini pesan penting Nabi Muhammad ﷺ untuk generasi kita di akhir zaman yang akan bertemu Nabi Isa AS. Semoga Allah ﷻ pilih kita sebagai salah satu orang yang menyampaikan salam dari baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Nabi Isa AS diturunkan kembali di ujung masa periode umat Muhammad ﷺ, pada masa kritis, masa huru-hara zaman. Saat itu kepemimpinan Islam diuji dengan kemunculan fitnah terbesar yaitu kedatangan Dajjal. Turunnya Nabi Isa AS adalah pertanda berakhirnya usia Dajjal di muka bumi.

Nabi dan Rasul

Sejak manusia diciptakan, ada sejumlah 124.000 nabi telah diangkat dan diutus ke bumi. Ada sejumlah 313 Rasul pilihan Allah ﷻ dan ada 25 Rasul yang wajib diketahui. Nabi Pembuka adalah Adam AS, Nabi Penutup adalah Muhammad ﷺ.

Kemuliaan Gelar

Ada yang disebut ulul ‘azmi (=kuat kesabarannya). Gelar ini ada 5 orang yaitu: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Ada dua orang yang digelari uswah al-hasanat (= contoh tauladan) yaitu Ibrahim AS dan Muhammad ﷺ, sementara itu hanya Nabi Muhammad ﷺ yang dipilih sebagai rahmatan lil alamiin (=rahmat segala alam) dan penutup para Nabi dan Rasul.

Beberapa Kisah Rasul yang Berkaitan dengan Baginda Nabi Muhammad ﷺ

Adam AS

Ketika Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga, kemudian Nabi Adam berdoa kepada Allah ﷻ: “Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu atas dasar kecintaan-Mu kepada Nabi Muhammad ﷺ, ampunilah aku.” “Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Allah menanyakan darimana engkau tahu Muhammad ﷺ?
Apa jawaban Nabi Adam? Beliau menjawab, “Ketika Engkau menciptakan aku, terlihat di tiang-tiang ‘Arsy lafadz:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ ٱللَّٰهِ‎
“Tidak ada satu pintu pun yang tidak tertulis lafadz itu. Tertulisnya nama itu setelah nama-Mu ya Allah.”
Lalu dijawab Allah ﷻ: “Kalau bukan karena cinta-Ku padanya (Nabi Muhammad ﷺ) aku tidak ciptakan engkau, ya Adam.”

Ibrahim AS

Ada yang berkata kepada Nabi ﷺ, “Apa awal mula perkara baginda?” Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku adalah (jawaban dari) doa ayahku Ibrahim dan kabar gembiranya ‘Isa. Dan ibuku melihat bahwa keluar darinya cahaya yang menerangi istana-istana Syam.”
Adapun doa Nabi Ibrahim AS yaitu :
“Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seseorang rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Alqur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahakuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AI- Baqarah ayat 129)

Musa AS

Saat Nabi Musa menerima kitab Taurat dari Allah ﷻ, dia bertanya kepada-Nya, “Wahai Tuhanku, dalam kitab Taurat dijelaskan ada umat terakhir tapi kelak memasuki surga paling awal. Aku berharap mereka adalah umatku.”

Allah ﷻ menjawab, “Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat juga dijelaskan tentang umat terbaik yang selalu menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah. Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang mengimani kitab suci terdahulu dan kitab suci terakhir. Mereka memberantas kesesatan dan memerangi Dajjal. Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang telah hafal dan memahami benar-benar kandungan kitab-kitab Injil (berbeda dengan umat lainnya yang tidak memiliki kemampuan demikian). Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang ketika bersedekah, maka sedekah mereka bisa dimakan penerimanya dan pemberinya mendapat pahala (berbeda dengan umat sebelumnya yang jika bersedekah dan diterima oleh Allah ﷻ, maka Allah ﷻ menurunkan api untuk membakar sedekahan itu sehingga tidak bisa dinikmati). Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang ketika berniat melakukan satu kebaikan kemudian mengurungkannya, maka mereka tetap memperoleh satu pahala. Jika merealisasikan niat baiknya, mereka akan memperoleh pahala sepuluh kali lipat, tujuh puluh kali lipat, hingga balasan yang tak terhitung. Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang ketika berniat melakukan perbuatan buruk lalu mengurungkannya, maka mereka sama sekali tidak mendapat dosa. Jika mereka tidak merealisasikannya maka hanya mendapat satu dosa. Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

“Di dalam Taurat dijelaskan tentang umat yang doa-doanya dikabulkan. Aku berharap mereka adalah umatku.”

“Mereka adalah umat Muhammad.”

Setelah dialog itu selesai, Nabi Musa akhirnya menyatakan diri sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ. “Ya Allah, kalau demikian, jadikanlah aku sebagai umat Muhammad.”

Isa AS

Ketika Nabi Isa AS melihat gunung besar dan tinggi, kemudian Nabi Isa AS mendaki gunung tersebut. Sesampainya di puncaknya, Nabi Isa AS dikagetkan dengan batu besar berwana putih, dimana warna putihnya lebih putih dari pada air susu. Melihat batu tersebut, Nabi Isa AS takjub atas keindahan batu tersebut. Akhirnya Allah ﷻ menurunkan wahyu untuknya.

“Wahai Isa, apakah kamu suka, ketika kamu akan kuperlihatkan dengan sesuatu yang lebih menakjubkan lagi !?.”
“Iya, Ya Allah,” jawab Nabi Isa AS.
Tidak lama kemudian, Batu tersebut tiba-tiba pecah dan terbelah. Betapa kagetnya Nabi Isa AS. Ketika melihat di dalamnya terdapat seorang ahli ibadah yang sudah tua. Abid tersebut memakai jubah yang terbuat dari bulu. Di tangannya, terdapat tongkat berwarna hijau. Di sisi sebelah kanan ahli ibadah, terdapat pohon anggur.
“Wahai hamba Allah, apa gerangan yang kamu lakukan di dalam batu ini,” tanya Nabi Isa AS penuh penasaran.
“Saya di sini hanya beribadah, anggur ini adalah rizkiku yang setiap hari aku makan,” jawab ahli ibadah tersebut penuh rasa kerendahan diri,
“Sudah berapa lama kamu tinggal di dalam batu ini wahai saudara ?,” tanya Nabi Isa.
“Sudah 400 tahun wahai Nabi Isa,” jawab orang yang ahli ibadah tersebut.
Mendengar pengakuan dari orang tersebut. Nabi Isa AS langsung berkomentar atas apa yang telah Allah ﷻ perlihatkan untuk dirinya.
“Wahai Tuhanku, saya menduga Engkau tidak membuat makhluk yang lebih utama dari pada orang ini”
Mendengar komentar Nabi Isa AS tersebut, Allah ﷻ memberikan wahyu lagi.
“Tentu ada, wahai Isa,” jawab Allah ﷻ.
“Siapa Ya Allah?,” tanya Nabi Isa penuh rasa penasaran.
“Yaitu orang-orang dari umatnya Muhammad dimana ketika ia mendapati malam Nisfu Sya’ban. Kemudian ia melakukan sholat sunah 2 (dua) rokaat saja, maka orang tersebut lebih baik dari ahli ibadah selama 400 tahun di dalam batu dan ia tidak pernah melakukan maksiat”.
Mendengar penjelasan tersebut. Nabi Isa AS sangat ingin menjadi umatnya Nabi Muhammad ﷺ. “Betapa bahagianya saya, ketika aku ditakdirkan menjadi umatnya Nabi Muhammad ﷺ,” kata Nabi Isa.

Turunnya Isa AS

Peristiwa turunnya Isa AS menandakan akhir zaman. Ia akan bertemu pemimpin zaman saat itu yaitu Imam al Mahdi. Dalam peristiwa shalat subuh berjamaah, al Mahdi meminta Isa AS untuk menjadi imam sholat, tetapi Nabi Isa menolak, lantaran memuliakan umat Rasulullah ﷺ.

Hadis Nabi  Muhammad ﷺ:
عن جابر بن عبدالله، قال: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول:لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة، قال: فينزل عيسى ابن مريم صلى الله عليه وسلم، فيقول أميرهم: تعالَ صلِّ لنا، فيقول: لا، إن بعضكم على بعضٍ أمراء تكرمة الله هذه الأمة

Dari Jabir bin Abdullah RA dia berkata, “Saya mendengar Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Senantiasa ada segolongan dari umatku berperang di atas kebenaran sampai hari kiamat, lalu Nabi Muhammad berkata, “Lalu turunlah Isa bin Maryam alaihi wasallam lalu berkata amir mereka: “marilah jadilah imam sholat bagi kami, lalu beliau (nabi Isa) berkata : tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah amir bagi sebagian yang lain, sebagai kemuliaan yang Allah berikan atas umat ini.” (HR Imam Muslim)

Begitu juga keterangan Ibnu Abi Syibah bahwa al Mahdi yang memimpin sholat itu berasal dari umat ini (umat nabi Muhammad ﷺ).

عن ابن سيرين قال: “المهدي من هذه الأمة وهو الذي يؤم عيسى ابن مريم”
“Al Mahdi berasal dari umat ini, dia yang memimpin Nabi Isa putra Maryam.” (Musnaf Ibnu Abi Syaibah).

Kapan Turunnya Isa AS

Nabi Isa AS akan turun setelah peristiwa Perang antara Pakistan dan Hindia. Kapan itu terjadi?
Seorang laki-laki dari Lahore sering bermimpi tentang kejadian itu berulang-ulang. Perang itu sebentar lagi akan terjadi. Perang Ghazwa el Hind ini adalah bagian perang dunia ketiga yang hari ini sudah dipicu di Palestina dan Timur Tengah. Setelah jatuhnya seluruh Timur Tengah ditangan Amerika dan sekutu Iluminati, perang itu meluas ke wilayah Pakistan dan India, maka perang tidak dapat dihindari. Korban perang lebih dari 800 juta rakyat India dan Pakistan. Menurut mimpi Muhammad Qasim kemungkinan terjadi perang Pakistan vs India dalam kurun 2028. Perang diakhiri perdamaian selama 7 atau 8 tahun, lalu setelahnya Dajjal muncul membuat kerusakan, maka kemungkinan Isa AS turun pada tahun 2035 atau 2036 wallahu ‘alam.

Hadis Nabi Muhammad ﷺ:
Hadis Nabi ﷺ tentang Ghazwa-e-Hind
Rasulullah ﷺ bercerita tentang perang Al-Hind, diantara yang beliau sabdakan, “Sekelompok pasukan dari kalian akan memerangi Al-Hind, Allah memenangkan mereka, sehingga mereka mengikat raja Al-Hind dengan rantai. Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka (anggota pasukan itu). Ketika mereka akan kembali mereka akan bertemu dengan ‘Isa bin Maryam di Syam.” (Abu Hurairah)

Hadis lain disabdakan,

“Ada dua kelompok dari umatku di mana Allah akan menyelamatkan mereka dari api neraka: kelompok yang memerangi Al-Hind dan kelompok yang berperang bersama Nabi Isa ‘Alaihissalam.” (An-Nasa’i)

Misi Isa AS

Beliau ditakdirkan oleh Allah ﷻ untuk menegakkan kembali syariat Islam.

Begitu juga dalam sabda Rasulullah ﷺ, Abu Hurairah meriwayatkan:

وَالَّذِى نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْحِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّحْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ثُمَّ يَقُولُ أَبو هُرَيْرَةَ وَاقْرَعُوا إِنْ شِئْتُمْ وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Artinya: “Demi Allah yang jiwaku berada di genggaman-Nya, Ibnu Maryam akan turun di tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta akan melimpah ruah sehingga tidak seorang pun menerimanya (karena tidak ada lagi yang miskin), sampai-sampai satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya.” Selanjutnya Abu Hurairah berkata, “Kalau kalian mau, bacalah firman Allah ﷻ, “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa AS itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS An-Nisa: 159)” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian lah sekilas Nabi Isa AS yang ditunggu kedatangannya untuk membuktikan bahwa rangkaian batu bata kenabian 25 Rasul sebagai satu kesatuan dalam mengesakan Allah ﷻ. Kedatangan Nabi Isa AS juga menjawab fitnah dari “orang yang mengaku” pengikut Nabi Isa AS bahwa Muhammad bukan juru selamat (rahmatan lil alamiin). Kedatangan Isa AS ke dunia menjadi saksi dan membenarkan misi Muhammad ﷺ. Maka kesyirikan musnah, hanya Allah yang Esa, Dia tempat meminta, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, Dia tidak ada yang bisa menyekutukan – Nya (Al Ikhlas, QS 112: 1-4).
Misi Muhammad ﷺ adalah rahmat lil alamin (meliputi seluruh alam), baik alam dunia maupun akhirat, dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Khatamun Nabi wal mursalin.

Wallohu ‘alam bissawab
Al Fakir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *